kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   0,00   -0.00%
  • EMAS932.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Thailand akan hentikan penggunaan vaksin Sinovac setelah persediaan habis bulan ini


Senin, 18 Oktober 2021 / 15:51 WIB
Thailand akan hentikan penggunaan vaksin Sinovac setelah persediaan habis bulan ini
ILUSTRASI. Vaksinasi Covid-19 dengan AstraZeneca di Pusat Vaksinasi Bang Sue Grand Station, Thailand.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand akan berhenti menggunakan vaksin COVID-19 dari Sinovac China setelah persediaan saat ini habis, Thailand menggunakan vaksin Sinovac secara ekstensif dalam kombinasi dengan vaksin yang dikembangkan Barat.

Thailand menggunakan lebih dari 31,5 juta dosis Sinovac sejak Februari. Vaksinasi dengan Sinovac dimulai dengan dua dosis untuk pekerja garis depan, kelompok berisiko tinggi, dan penduduk Phuket.

Pada bulan Juli, Thailand mulai menginokulasi warga dengan Sinovac sebagai dosis pertama diikuti oleh AstraZeneca yang dikembangkan Universitas Oxford. Thailand adalah negara pertama yang menggabungkan suntikan China dan Barat, sebuah strategi yang menurut pejabat kesehatannya terbukti efektif.

Baca Juga: PM Mesir: Pegawai pemerintahan yang tidak divaksin Covid-19 tidak boleh masuk kantor

"Kami berharap mendistribusikan semua dosis Sinovac minggu ini," kata pejabat kesehatan Opas Karnkawinpong seperti dikutip Reuters. Dia menambahkan bahwa program akan beralih untuk menggabungkan vaksin AstraZeneca dengan yang dibuat oleh Pfizer dan BioNTech.

Thailand tahun depan berencana membeli total 120 juta dosis vaksin Covid-19. Negeri Gajah Putih ini telah memesan 60 juta dosis AstraZeneca, vaksin yang diproduksi secara lokal.

Thailand mengatakan hanya akan membeli vaksin yang efektif melawan varian baru.

Baca Juga: Bali terbuka lagi untuk wisatawan asing, seperti apa persiapannya?

Sejauh ini Thailand telah memvaksinasi 36% dari perkiraan 72 juta orang. Thailand berharap bisa mencapai 70% target vaksinasi pada akhir tahun.

Negara ini terus maju dengan rencana pembukaan kembali tanpa karantina untuk kedatangan orang yang sudah divaksinasi dari negara-negara berisiko rendah. Rencana ini akan diterapkan bulan depan pada 17 provinsi. Beberapa lokasi yang akan bebas karantina termasuk tujuan wisata seperti Pattaya, Hua Hin, Chiang Mai, dan Bangkok.

Thailand telah mencatat hampir 1,8 juta kasus dan 18.336 kematian secara keseluruhan. Lebih dari 98% kasus terjadi dalam tujuh bulan terakhir. 

Baca Juga: Vaksinasi lewati target, Sydney melonggarkan lebih banyak pembatasan Covid-19




TERBARU
Kontan Academy
UU Kepailitan Tuntas Mendelegasikan Tugas

[X]
×