kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Thailand Melaporkan Kematian Pertama Akibat Varian Omicron


Senin, 17 Januari 2022 / 06:08 WIB
ILUSTRASI. Thailand telah melaporkan kematian pertamanya akibat varian virus corona Omicron yang sangat menular. REUTERS/Soe Zeya Tun


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand telah melaporkan kematian pertamanya akibat varian virus corona Omicron yang sangat menular. Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat kesehatan, Minggu (16/1/2022).

Mengutip Reuters, kematian seorang wanita berusia 86 tahun dari provinsi selatan Songkhla, terjadi setelah Thailand mendeteksi kasus Omicron pertamanya bulan lalu yang menyebabkan diberlakukannya kembali karantina wajib COVID-19 bagi pengunjung asing.

"Wanita itu adalah pasien Alzheimer yang terbaring di tempat tidur," kata juru bicara kementerian kesehatan Rungrueng Kitphati kepada Reuters.

Dia menambahkan, Thailand sejauh ini telah melaporkan lebih dari 10.000 kasus Omicron dan menambahkan bahwa Thailand tidak memerlukan tindakan penahanan lebih lanjut.

Thailand melaporkan 8.077 infeksi baru dan sembilan kematian pada hari Minggu. Kondisi itu menjadikan penghitungan menjadi lebih dari 2,3 juta kasus dan hampir 22.000 kematian sejak pandemi dimulai pada 2020.

Sekitar 66% dari sekitar 72 juta orang yang tinggal di negara itu telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, tetapi sekitar 14,9% telah menerima suntikan penguat.

Pada 11 Januari, bank sentral mengatakan ekonomi Thailand akan terpukul 0,3% akibat Omicron.




TERBARU

[X]
×