kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

The Fed kaji pembelian obligasi negara lebih banyak daripada periode sebelum krisis


Kamis, 18 April 2019 / 19:22 WIB

The Fed kaji pembelian obligasi negara lebih banyak daripada periode sebelum krisis
ILUSTRASI. Gedung Federal Reserve

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - NEW  YORK. Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve mungkin perlu membeli obligasi negara lebih besar daripada periode sebelum krisis finansial 2008 serta menjalankan operasi pasar uang untuk menjaga suku bunga AS.

Pernyataan ini muncul dari salah satu pejabat The Fed, Rabu (17/4). The Fed memutuskan untuk menjaga suku bunga jangka pendek dengan mengubah pembayaran bunga ke bank atas simpanan bank di bank sentral. Pada saat krisis, bank sentral menaikkan rasio simpanan bank di bank sentral.


Setelah krisis, The Fed membeli obligasi pemerintah dengan pencadangan bank tersebut. Pada akhirnya, The Fed melepas obligasi dan pencadangan bank pun turun ketika Federal Reserve mulai menormalisasi kebijakan. 

Pada Maret lalu, The Fed memutuskan untuk menghentikan normalisasi kebijakan, termasuk obligasi negara yang dilepas, mulai September mendatang. Untuk menjaga suku bunga, otoritas pada akhirnya harus mulai membeli obligasi negara lagi dan menaikkan cadangan perbankan.

"Nilai pembelian obligasi tersebut harus lebih besar daripada operasi serupa sebelum krisis. Transaksi akan terjadi secara bertahap dan terukur,” kata Lorie Logan, pejabat Federal Reserve Bank of New York dalam pidato di sebuah event yang dikutip Reuters.

Logan merupakan kepala pengawasan operasi dan analisis New York Fed yang mengimplementasikan kebijakan moneter dengan trading di pasar dan mengelola portofolio bank sentral.

Logan menambahkan, kemungkinan The Fed mengadopsi program yang akan mengubah US Treasury sebagai pencadangan, atau yang dikenal dengan standing repo facility, masih dalam tahap diskusi yang sangat awal. 

Di AS, perbankan justru mengaku harus membayar bunga lebih besar untuk pinjaman antar bank daripada dikenakan bunga lebih besar untuk mendapatkan fasilitas pinjaman dari bank lain dibandingkan dari bunga yang dibayar kepada The Fed.

Meski demikian, Logan bilang saat ini cadangan perbankan di bank sentral sejatinya masih mencukupi sehingga suku bunga masih dapat dijaga. Suku bunga antar bank yang lebih tinggi dibandingkan yang dikenakan The Fed disebut Logan juga tak serta merta menunjukkan cadangan yang ta mencukupi.


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Wahyu Rahmawati
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0536 || diagnostic_web = 0.3235

Close [X]
×