Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.075
  • EMAS656.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Trump minta The Fed menghidupkan lagi stimulus era krisis

Senin, 15 April 2019 / 06:46 WIB

Trump minta The Fed menghidupkan lagi stimulus era krisis
ILUSTRASI. Gedung Federal Reserve


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa tindakan Federal Reserve AS (The Fed) telah menikam pertumbuhan ekonomi AS dan kenaikan pasar saham sekitar 30%. Ia ingin The Fed mulai memompa uang ke dalam perekonomian seperti yang terjadi selama resesi 2007-2009.

Kritik terbaru Trump terhadap bank sentral, disampaikan lewat Twitter, justru muncul ketika Gubernur Bank Sentral Eropa Mario Draghi dan pejabat internasional lain khawatir Fed dipolitisasi oleh Trump dan berpotensi mengguncang sistem global berbasis dolar.


"Andai Fed telah melakukan tugasnya dengan benar, bursa saham akan naik 5.000 hingga 10.000 poin tambahan dan PDB akan lebih dari 4%, bukan 3%, ... dengan hampir tidak ada inflasi," Kata Trump.

"Pengetatan kuantitatif adalah pembunuh, seharusnya melakukan kebalikannya," katanya, merujuk pada penarikan bulanan The Fed tahun lalu hingga senilai US$ 50 miliar dari obligasi yang diperolehnya selama krisis ekonomi 2007-2009.

Saran Trump, kembalinya Fed ke pelonggaran kuantitatif (quantitative easing) akan menempatkan bank sentral dalam posisi menambah stimulus moneter dan memperluas kehadirannya di pasar utang dalam ekonomi yang tumbuh dengan kuat dan dengan tingkat pengangguran yang rendah secara historis.

Tak ada seorang pun di The Fed, termasuk tiga orang yang diangkat Trump di dewan gubernur dan ketua Jerome Powell, merekomendasikan AS butuh bantuan bank sentral seperti yang diluncurkan ketika ekonomi terjun bebas satu dekade lalu.

The Fed telah memutuskan untuk menghentikan penarikan kepemilikansurat utangnya pada September setelah menyimpulkan bahwa nilai kepemilikan asetnya, kemungkinan sekitar US$ 3,5 triliun pada saat itu, akan memadai.

The Fed menaikkan suku bunga empat kali pada tahun 2018, sebelum menghentikan kebijakan kenaikan bunga lanjutan 

Trump marah pada musim gugur lalu ketika Dow Jones Industrial Average dari Oktober hingga Desember turun lebih dari 20%. 
Para analis berpendapat berbagai risiko ekonomi, termasuk melambatnya pertumbuhan di luar negeri, kebijakan perdagangan Trump sendiri, dan kesalahan komunikasi oleh Powell, berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

Namun penurunan tersebut hampir sepenuhnya telah pulih setelah The Fed mengubah persneling dan Dow sekarang hanya sekitar 1,5 persen di bawah rekor yang dicapai pada 3 Oktober.

Trump masih kesal dengan Powell dan mengindikasikan ia ingin menunjuk dua sekutu politik, komentator ekonomi Stephen Moore dan pengusaha Herman Cain, mengisi dua kursi terbuka di dewan gubernur Fed.


Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0592 || diagnostic_web = 0.4853

Close [X]
×