kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

The Fed menahan suku bunga acuan, ini alasan utamanya


Kamis, 30 Januari 2020 / 05:36 WIB
ILUSTRASI. Pimpinan The Fed Jerome Powell. REUTERS/Erin Scott


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. The Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada hari Rabu (29/1/2020). Hal itu diumumkan pasca pertemuan kebijakan pertama tahun ini. Melansir Reuters, Pimpinan Bank Sentral AS Jerome Powell beralasan, pertumbuhan ekonomi moderat dan pasar kerja kuat.

"Kami percaya kebijakan moneter saat ini sesuai untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pasar tenaga kerja yang kuat dan inflasi yang kembali ke tujuan simetris di level 2%," kata Powell pada konferensi pers menyusul keputusan bulat bank sentral untuk mempertahankan kebijakan tersebut.

Melansir Reuters, suku bunga pinjaman ada di kisaran antara 1,50% dan 1,75%.

Baca Juga: Isu virus masih mengemuka, kilau emas masih kinclong

Dia mencatat, ada dua alasan besar yang melatarbelakangi keputusam The Fed. Pertama, pertumbuhan ekonomi global stabil. Kedua, semakin berkurangnya ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan. Kekhawatiran tentang keduanya merupakan faktor kunci dalam keputusan Fed untuk menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali tahun lalu.

Namun, ia menambahkan, "Prospek mengenai ketidakpastian masih tetap ada, termasuk yang ditimbulkan oleh virus corona baru." Wabah virus baru flu-seperti di China telah menyebabkan kekhawatiran perlambatan lebih lanjut dalam ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Baca Juga: The Fed diramal akan pertahankan suku bunga

Powell mencatat, ekonomi China akan mengalami setidaknya pukulan jangka pendek dari kejadian luar biasa virus corona.

"Kami sangat hati-hati memantau situasi," kata Powell kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa sementara implikasi dari wabah untuk output China jelas, dan saat ini masih "terlalu dini" untuk menentukan efek global atau dampaknya terhadap prospek ekonomi AS.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×