kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Third Point desak Prudential Plc pisahkan bisnis di Asia dan Amerika


Selasa, 25 Februari 2020 / 15:25 WIB
Third Point desak Prudential Plc pisahkan bisnis di Asia dan Amerika

Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan aset manajemen asal Amerika Serikat (AS) Third Point LLC, menuntut manajemen raksasa asuransi berbasis di Inggris, Prudential Plc untuk melakukan memisahkan bisnis perusahaan yang berada di Asia dan Amerika Serikat (AS).

Third Point sendiri merupakan salah satu pemegang saham Prudential Plc. Perusahaan menggenggam kurang dari 5% saham dan menyandang status sebagai pemegang saham terbesar kedua Prudential Plc. 

Pada Senin (24/2), Third Point mengirim beberapa surat yang ditujukan kepada dewan direksi Prudential. Third Point yang dipimpin investor kawakan Daniel Loeb menuntut Prudential melakukan perubahan mendasar yakni memisahkan bisnis perusahaan di wilayah Asia (PruAsia) dan Amerika (Jackson National Life).

Hal tersebut perlu dilakukan untuk meningkatkan investasi bisnis di kedua perusahaan tersebut, mengoptimalkan pertumbuhan serta mendorong valuasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Prudential luncurkan perlindungan terhadap kasus infeksi virus corona

Dalam rilis yang diterima Kontan.co.id, Third Point kecewa terhadap kinerja keuangan Prudential dan mengemukakan tiga alasan agar terjadi pemisahan bisnis di Asia dan AS. Yakni,

  1. Portofolio bisnis saat ini menghalangi investor untuk memiliki PruAsia
  2. Manajemen Prudential lebih memprioritaskan pertumbuhan dividen daripada reinvestasi
  3. Struktur perusahaan tidak konsisten dengan strategi Asia-Led. 

Atas dasar pertimbangan itu, Third Point mendesak direksi Prudential untuk segera mengambil sejumlah tindakan berikut:

  1. Membuat dua perusahaan publik yang masing-masing memiliki strategi jangka panjang dengan cara memisahkan Jackson dari PruAsia.
  2. Menggeser fokus dari pertumbuhan dividen ke strategi peningkatan valuasi jangka panjang sebagai pusat prioritas. 
  3. Menghilangkan biaya seperti duplikasi biaya pusat basis operasional dan eksistensi pusat operasional di UK. 
  4. Melengkapi PruAsia dengan kepemimpinan lokal di tingkat manajemen dan dewan dan memperkenalkan skema insentif di Jackson yang bisa menghasilkan valuasi jangka panjang sebagai entitas independen. 



TERBARU

[X]
×