kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Tiba-tiba lakukan operasi usus, Vatikan jelaskan kondisi Paus Fransiskus


Senin, 05 Juli 2021 / 06:09 WIB
Tiba-tiba lakukan operasi usus, Vatikan jelaskan kondisi Paus Fransiskus
ILUSTRASI. Paus Fransiskus

Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - VATICAN CITY. Vatikan mengumumkan, kondisi Paus Fransiskus dalam keadaan baik setelah melakukan operasi usus pada Minggu (4/7). 

Dalam sebuah pernyataannya, Juru Bicara Vatikan Matteo Bruni menegaskan, Paus berusia 84 tahun itu "merespon dengan baik" usai menjalani operasi di rumah sakit Gemelli, Roma.

Namun, otoritas gereja Katolik tertinggi di dunia itu tidak menjelaskan lebih lanjut tentang operasi yang dilakukan Paus Fransiskus atau berapa lama dia akan tinggal di rumah sakit.

Diketahui, Paus Fransiskus masuk ke rumah sakit tersebut pada Minggu sore dan pernyataan ini dikeluarkan tepat sebelum tengah malam waktu Roma. 

Paus Fransiskus disebut baru saja menjalani operasi untuk gejala stenosis divertikular usus besar. Selain menyebabkan rasa sakit, kondisi tersebut dapat menyebabkan kembung, peradangan, dan kesulitan buang air besar. 

Kondisi itu cenderung lebih mempengaruhi orang yang lebih tua. Operasi tersebut pun dilakukan oleh 10 orang tim medis.

Operasi ini juga menandakan kali pertama Paus Fransiskus dirawat di rumah sakit sejak pemilihannya pada tahun 2013 silam.

Lebih lanjut, Bruni menyebut operasi yang dilakukan di bawah estesi umum ini sebenarnya telah dijadwalkan dan tidak didorong oleh keadaan darurat.

Baca Juga: Bahas krisis Lebanon, Paus Fransiskus gelar pertemuan khusus

Paus Fransiskus tampak dalam keadaan sehat beberapa jam sebelumnya, ketika dia berbicara kepada ribuan orang di Lapangan Santo Petrus untuk pemberkatan hari Minggunya dan mengumumkan perjalanan ke Slovakia dan Budapest untuk bulan September.

Rumah sakit dan sekolah kedokteran Gemelli yang dikelola Gereja Katolik, dan berada di bagian utara Roma, memang secara tradisional merawat Paus dan sebagian dari lantai 10 secara permanen disediakan untuk mereka.

Paus Fransiskus memang diketahui kadang-kadang merasakan sesak napas karena bagian dari salah satu paru-parunya telah diangkat setelah sakit ketika dia masih muda di negara asalnya, Argentina.

Dia juga menderita linu panggul, yang menyebabkan rasa sakit yang menjalar dari punggung bawah sepanjang saraf linu panggul ke kaki.

Kondisinya, di mana ia menerima fisioterapi secara teratur, memaksanya untuk melewatkan beberapa acara pada awal tahun ini dan telah membuatnya berjalan dengan susah payah.

Tahun lalu, flu yang parah menghalanginya untuk mengambil bagian dalam retret Prapaskah selama seminggu dengan para pembantu senior di selatan Roma.

Pada tahun 2014, setahun setelah ia terpilih sebagai paus, Fransiskus terpaksa membatalkan beberapa pertunangan karena apa yang diyakini sebagai penyakit perut.

 

Selanjutnya: Risiko orang yang tak divaksin corona: Bisa alami long Covid

 




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×