kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Tidak Tahan Hidup di Istana, Istri Penguasa Dubai Diberitakan Lari ke Inggris


Jumat, 05 Juli 2019 / 09:25 WIB
Tidak Tahan Hidup di Istana, Istri Penguasa Dubai Diberitakan Lari ke Inggris

Sumber: DW.com | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - DW. Media Inggris sejak beberapa hari memberitakan bahwa salah satu istri penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum melarikan diri ke Inggris, menyusul anak perempuannya yang sudah melarikan diri sebelumnya.

"Kami yakin bahwa Putri Haya ada di rumahnya di London, bahwa dia sekarang berusaha mendapatkan anak-anaknya kembali, dan bahwa ada kasus pengadilan yang sedang berlangsung," kata pengacara David Haigh dari kelompok kampanye "Free Latifa" kepada kantor berita Jerman, DPA.

Stasiun siaran BBC di London hari Rabu (3/7) mengutip "sumber yang dekat dengannya" dan melaporkan bahwa Putri Haya, 45 tahun, baru-baru ini "menemukan fakta-fakta yang mengganggu" di balik dugaan penculikan Sheikha Latifa, salah satu anak perempuan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dari istri yang lain. Sheikha Latifa tahun lalu juga sempat diberitakan mencoba melarikan diri lewat India, namun hingga kini tidak diketahui kabar beritanya. Beberapa kalangan mengatakan, Latifa diculik kembali ke Dubai dan sekarang berada dalam sekapan.

Mengadu ke pengadilan

Pengadilan Tinggi London mengkonfirmasi hari Rabu bahwa sebuah sidang pengadilan keluarga yang melibatkan Putri Haya dan suaminya dijadwalkan akan dibuka pada 30 Juli mendatang, tetapi pejabat pengadilan menolak untuk memberikan rincian.

Putri Haya adalah saudara tiri Raja Abdullah II dari Yordania. Nama aslinya Haya bint al-Hussein dan merupakan anak perempuan dari Raja Hussein dari Yordania yang meninggal tahun 1999. Dia lulusan universitas bergengsi di Oxford jurusan Ilmu Politik, Filsafat dan Ekonomi. Dia atlit penunggang kuda dan pernah mewakili Yordania dalam Olimpiade Sydney tahun 2000. Tahun 2004 dia menikah dengan penguasa Dubai. Putri Haya sekarang diberitakan melarikan diri ke Inggris melalui Jerman. setelah selama berbulan-bulan tidak muncul di depan publik maupun di media sosial.

Tiina Jauhiainen dari kampanye Free Latifa mengatakan, kasus Putri Haya adalah kasus terbaru dari serangkaian kasus lain yang secara "sangat signifikan merupakan protes besar terhadap penindasan" oleh penguasa Dubai terhadap isterinya sendiri.

Minta suaka ke Jerman?

Sebelumnya sempat muncul laporan media bahwa Putri Haya meminta suaka politik di Jerman. Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri di Berlin Maria Adebahr mengatakan kepada DW: "Kami sampai saat ini tidak punya informasi tentang kasus yang diberitakan di media itu."

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Björn Grünewälder juga menerangkan, kementeriannya tidak punya informasi soal permohonan suaka Putri Haya.

Tahun lalu media memberitakan bahwa salah satu anak perempuan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Sheikha Latifa, melarikan diri dengan bantuan dua warga asing. Namun mereka ditangkap aparat India sebelum mendarat di sana. Kedua warga asing itu dibebaskan, tapi nasib Latifa tidak jelas. Dalam sebuah video yang dibuat sebelumnya ditunjukkan bahwa Latifa hidup mewah, namun tidak memiliki kebebasan. Setelah mencoba lari pertama kali pada usia 16 tahun, dia disiksa dan dicekoki obat bius. Banyak pihak mengatakan Latifa sudah diculik kembali dan disekap di Dubai.

Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, 69 tahun, disebut-sebut memiliki tiga istri resmi dan tiga istri muda tidak resmi. Dia diyakini punya lebih dari 30 anak. Majalah Forbes bulan Juni melaporkan, penguasa Dubai itu memiliki aset pribadi senilai sekitar 12 miliar dolar.

 




TERBARU

[X]
×