kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

TikTok akan buka data center di Irlandia dengan investasi US$ 499 juta


Kamis, 06 Agustus 2020 / 17:19 WIB
TikTok akan buka data center di Irlandia dengan investasi US$ 499 juta
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A TikTok logo is displayed on a smartphone in this illustration taken January 6, 2020. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo

Sumber: Reuters | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -STOCKHOLM. TikTok, aplikasi video berdurasi pendek akan membuka pusat data alias data centre pertama di Irlandia. Dalam pertanyaan resmi, Kamis (8/6), TikTok akan membenamkan dana sekitar 420 juta euro atau sebesar US$ 499 juta atas data centernya itu.

Pembangunan pusat data TikTok di Irlandia disebut-sebut akan menciptakan ratusan kesempatan kerja baru. Ini lantaran, TikTok akan ngebut untuk proyek pengamanan data konsumen di Eropa. 
Kepala  Keamanaan Informasi Global  TikTok Roland Cloutier menyatakan rencana tersebut dalam blog https://newsroom.tiktok.com/en -gb / establishing-a-new-european-data-centre-in-ireland.

"Pusat data ini menandakan komitmen jangka panjang kami ke Irlandia dan kami memperkirakan pusat data akan dibuka dan beroperasi pada awal 2022," kata Cloutier,  Kamis (8/6) seperti ditulis Reuters.

Ini nampaknya memperjelas peryataan ByteDance  pada Senin lalu yang menyebut tengah mempertimbangkan untuk memindahkan markas TikTok ke luar negeri, menyusul laporan media Inggris bahwa unit tersebut dapat dipindahkan ke London. 

Irlandia nampaknya menjadi pilihan. Apalagi, Irlandia menjadi salah satu hub terbesar di Eropa untuk pusat data dan menyelenggarakan operasi untuk perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Facebook, dan Alphabet  Inc. Google.

Belakangan TikTok menjadi sorotan, menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trum yang melarang perusahaan milik ByteDance beroperasi di AS lantaran masalah keaamanan data.Bahkan Trump meminta TikTok untuk menjual perusahaannya paling lambat 15 September 2020. 

Kini TikTok juga tengah melakukan pembicaraan dengan Microsoft  untuk menjual  operasi perusahaan di Amerika Serikat.

 



TERBARU

[X]
×