kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Tok, Facebook beri label pada media Pemerintah Rusia, China, Iran


Jumat, 05 Juni 2020 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Logo Facebook yang dicetak 3D terlihat ditempatkan pada keyboard pada foto ilustrasi yang diambil pada 25 Maret 2020. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers singkat di Beijing, Jumat (5/6), perusahaan media sosial tidak boleh secara selektif menciptakan hambatan bagi media.

"Kami berharap, platform media sosial yang relevan bisa mengesampingkan bias ideologis dan mempertahankan keterbukaan serta penerimaan sikap terhadap peran media masing-masing negara," ujar dia seperti dilansir Reuters.

Facebook bukan perusahaan pertama yang mengambil tindakan seperti itu. YouTube miliki Google Alphabet Inc pada 2018 mulai mengidentifikasi saluran video yang sebagian besar membawa item berita dan didanai oleh pemerintah. 

Baca Juga: Mirip TikTok, Facebook meluncurkan aplikasi video pendek

Tetapi, kritik menuduh YouTube gagal memberi label pada beberapa media pemerintah, yang memungkinkan mereka memperoleh pendapatan iklan dari video dengan informasi dan propaganda yang salah.

Dalam sebuah posting di blog, Facebook menyatakan, labelnya akan muncul di halaman secara global, dan juga pada unggahan Feed Berita di AS.

Facebook juga akan melarang iklan yang menargetkan pengguna AS dari entitas yang dikendalikan negara "karena sangat berhati-hati" menjelang Pemilihan Presiden November. Di tempat lain, iklan akan mendapat label.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×