Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS) mengatakan, Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membekukan lebih dari US$ 10 miliar dana federal untuk perawatan anak dan bantuan keluarga untuk California, Colorado, Illinois, Minnesota, dan New York, dengan alasan kekhawatiran tentang penipuan dan penyalahgunaan.
Mengutip Reuters, Rabu (7/1/2026), Pemerintahan Trump telah mengancam pemotongan pendanaan federal kepada berbagai organisasi dan negara bagian atas sejumlah isu sejak menjabat - mulai dari dugaan penipuan dalam program-program negara bagian yang dipimpin oleh Demokrat hingga inisiatif keberagaman dan protes pro-Palestina di universitas terhadap serangan Israel, sekutu AS, terhadap Gaza.
Pada hari Selasa, HHS mengatakan telah memberi tahu lima negara bagian, semuanya dengan gubernur dari Partai Demokrat, bahwa pembekuan tersebut berlaku untuk Dana Perawatan dan Pengembangan Anak senilai US$ 2,4 miliar, Bantuan Sementara untuk Keluarga Miskin senilai US$ 7,35 miliar, dan Hibah Blok Layanan Sosial senilai US$ 869 juta.
Baca Juga: Nasihat Warren Buffett ke Orang Muda Agar Sukses dalam Karier dan Kehidupan
Dalam sebuah pernyataan, departemen tersebut mengatakan akses negara bagian terhadap dana tersebut akan dibatasi sambil menunggu peninjauan lebih lanjut.
Partai Demokrat mengecam rencana tersebut.
"Negara bagian kita seharusnya tidak menjadi pion politik dalam pertarungan yang tampaknya dilakukan Donald Trump dengan gubernur negara bagian biru (negara bagian Demokrat)," kata Gubernur New York Kathy Hochul.
Ia menambahkan bahwa langkah tersebut berniat jahat dan kejam.
Kantor Gubernur California Gavin Newsom mengatakan pada hari Selasa bahwa sejak menjabat, Newsom telah memblokir lebih dari US$ 125 miliar penipuan.
Baca Juga: Jepang Menilai Larangan Ekspor Barang Dwiguna oleh China Tidak Dapat Diterima
Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump telah menargetkan Minnesota, menuduh penipuan yang merajalela dilakukan oleh imigran dalam sistem kesejahteraan dan program layanan sosial.
Para pejabat pemerintahan Trump sering dan tajam menyerang komunitas Somalia di negara bagian tersebut, yang terbesar di negara itu, serta Gubernur Minnesota Tim Walz, calon wakil presiden Demokrat 2024, dan Perwakilan Demokrat Ilhan Omar, seorang warga Amerika keturunan Somalia yang mewakili distrik berbasis Minneapolis di Kongres.
Para pembela hak asasi manusia mengatakan pemerintahan Trump menggunakan investigasi penipuan sebagai dalih untuk menargetkan imigran dan lawan politik secara lebih luas.













