kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Trump dan China Saling Balas Tarif Impor, Dunia Bersiap Hadapi Ketidakpastian Ekonomi


Sabtu, 05 April 2025 / 17:35 WIB
Trump dan China Saling Balas Tarif Impor, Dunia Bersiap Hadapi Ketidakpastian Ekonomi
ILUSTRASI. Ketegangan dalam hubungan dagang antara AS dan China kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan dalam hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali meningkat tajam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif besar-besaran terhadap sejumlah negara, termasuk China.

Langkah ini, yang diklaim sebagai bagian dari 'Hari Pembebasan' (Liberation Day) oleh Trump pada 2 April, segera dibalas keras oleh Beijing.

Mengutip Unilad, pada 4 April, Kementerian Perdagangan China mengumumkan tarif balasan sebesar 34 persen terhadap seluruh produk asal Amerika Serikat, berlaku mulai 10 April. Ini menjadi eskalasi terbaru dalam pertarungan tarif antara dua ekonomi terbesar dunia yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas global.

Trump Tanggapi dengan Nada Agresif: “CHINA PANIK, MEREKA SALAH LANGKAH!”

Tak butuh waktu lama bagi Donald Trump untuk memberikan tanggapannya. Lewat akun Truth Social, ia menyatakan bahwa China telah melakukan kesalahan strategis.

Baca Juga: Tarik Ulur Penjualan Aset TikTok di AS: China Tarik Diri Akibat Tarif Tinggi Trump

"CHINA MEMAINKANNYA DENGAN SALAH. MEREKA PANIK - SATU HAL YANG TIDAK MAMPU MEREKA LAKUKAN!” tulis Trump dengan huruf kapital penuh, menandakan betapa seriusnya ia menanggapi langkah balasan dari Beijing.

Dalam sejumlah unggahannya, Trump juga membanggakan program-program ekonomi yang menurutnya sedang berjalan sukses, termasuk program Gold Card senilai $5 juta untuk investor asing, dan mengklaim bahwa kebijakannya menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar dan mengundang investasi asing langsung ke AS.

Langkah Balasan China: Tarif dan Kontrol Ekspor Bahan Baku Strategis

Selain menerapkan tarif sebesar 34 persen, China juga mengumumkan kontrol ekspor tambahan terhadap material tanah jarang (rare earth)—komponen penting dalam teknologi tinggi seperti chip komputer dan baterai kendaraan listrik.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis Beijing untuk menekan sektor teknologi Amerika yang sangat bergantung pada impor bahan-bahan tersebut dari China.

Tidak hanya itu, pemerintah China juga mengajukan gugatan resmi ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas kebijakan tarif Trump. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menyebut tarif “reciprocal” dari AS sebagai:

“Pelanggaran serius terhadap aturan WTO, yang merusak sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dan tatanan ekonomi global.”

Baca Juga: Tarif Trump Ancam Ekonomi? Jusuf Kalla: Tak akan Picu PHK Massal di Indonesia

Beijing juga menyebut langkah AS sebagai bentuk “perundungan unilateral” yang membahayakan kestabilan perdagangan dunia.

Rangkaian Tarif Sebelumnya: Batubara, LNG, dan Minyak Mentah AS Terkena Dampak

Sebelum pengumuman tarif 34 persen ini, China telah lebih dulu mengenakan tarif 15 persen atas impor batu bara dan gas alam cair (LNG) dari AS. Selain itu, produk-produk seperti minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil bermesin besar dikenakan tarif sebesar 10 persen.

Langkah-langkah ini merupakan sinyal jelas bahwa China tidak berniat mundur dalam menghadapi strategi perdagangan konfrontatif dari Washington.

Dampak Global: Investor dan Pelaku Usaha Menunggu Kepastian

Krisis tarif ini menciptakan gelombang ketidakpastian di pasar global. Investor kini menghadapi pertanyaan besar: Apakah ini awal dari perang dagang global jilid kedua?

Ekonom memperingatkan bahwa perang tarif seperti ini dapat mengganggu rantai pasok global, meningkatkan harga barang konsumsi, serta memicu perlambatan ekonomi di berbagai kawasan.

Sementara itu, sektor teknologi dan otomotif AS berpotensi terkena dampak langsung dari kontrol ekspor China atas rare earth, mengingat ketergantungan industri ini terhadap bahan baku dari Negeri Tirai Bambu.

Baca Juga: Anwar Ibrahim Bergerak Cepat! Ajak Prabowo dan Pemimpin ASEAN Bahas Tarif Mencekik AS

Trump Tetap Percaya Diri: “Saatnya Menjadi Kaya Lebih dari Sebelumnya!”

Di tengah kritik internasional dan ketegangan dagang yang membesar, Trump tetap menunjukkan kepercayaan diri tinggi.

“KEPADA PARA INVESTOR YANG MASUK KE AMERIKA SERIKAT DAN MENGINVESTASIKAN UANGNYA DALAM JUMLAH YANG SANGAT BESAR, KEBIJAKAN SAYA TIDAK AKAN PERNAH BERUBAH. INI ADALAH SAAT YANG TEPAT UNTUK MENJADI KAYA, LEBIH KAYA DARI SEBELUMNYA!!!”

Dalam unggahan lainnya, ia menyatakan bahwa angka ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil luar biasa:

“KERJA YANG BAGUS, JAUH LEBIH BAIK DARI YANG DIHARAPKAN. INI SUDAH BEKERJA. BERTAHANLAH, KITA TIDAK BOLEH KALAH!!!”

Selanjutnya: China Says 'Market has Spoken' After US Tariffs Spark Selloff

Menarik Dibaca: Infinix Note 40 HP Keren dengan Spesifikasi Mantap, Cuma 2 Jutaan!


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×