kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Trump: Dengan senjata nuklir, Korea Utara tak punya masa depan ekonomi


Minggu, 03 Maret 2019 / 07:27 WIB
Trump: Dengan senjata nuklir, Korea Utara tak punya masa depan ekonomi


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Korea Utara akan memiliki masa depan ekonomi yang cerah jika kedua negara membuat kesepakatan denuklirisasi. Jika tidak, maka Korea Utara tak memiliki masa depan ekonomi dengan senjata nuklir.

"Korea Utara memiliki masa depan ekonomi yang luar biasam jika mereka membuat kesepakatan, tetapi tak punya masa depan ekonomi jika mereka memiliki senjata  nuklir," ujar Trump seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, hubungan dengan Korea Utara tampaknya sangat kuat.

Pekan ini, pertemuan antara Trump dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam berakhir tanpa kesepakatan tentang pemberian sanksi maupun kompensasi bagi Korea Utara bila mereka menghentikan program nuklirnya.

Amerika Serikat dan Korea Utara menyatakan keduanya berniat melanjutkan perundingan, tetapi belum menentukan waktunya.

Sebagian memuji Trump karena menolak untuk digiring dalam kesepakatan yang buruk. Yang lain mengkritik karena sebelumnya memuji kepemimpinan Kim.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat telah menerapkan sanksi terhadap Korea Utara ketika negara  itu melakukan ujicoba rudal balistik dan nuklir berulang kali pada tahun 2017. Para analis meyakini negara itu memiliki 20 hingga 60 peledak nuklir yang dapat mengancam daratan AS jika dipasang pada rudal balistik antar benua.

Washington telah menuntut denuklirisasi Korea Utara yang lengkap dan dapat diverifikasi dan tidak dapat diubah sebelum sanksi dicabut.

Secara terpisah, pada Sabtu Pentagon mengonfirmasi AS dan Korea Selatan telah sepakat untuk mengakhiri latihan militer bersama skala besar dan sebagai penggantinya akan menyesuaikan program pelatihan mereka.

Menurut sebuah pernyataan, pejabat Ketua Pentagin Patrick Shanahan berbicara dengan mitranya dari Korea Selatan pada Sabtu.

Keduanya, "Memperjelas bahwa keputusan aliansi untuk menyesuaikan program pelatihan kami mencerminkan keinginan kami untuk mengurangi ketegangan dan mendukung upaya diplomatik kami untuk mencapai denuklirisasi lengkap di Semenanjung Korea secara final," kata Pentagon.

Pernyataan itu menambahkan bahwa keduanya sepakat untk mempertahankan kesiapan militer yang kuat melalui latihan-latihan pos komando yang baru dirancang dan program pelatihan lapangan yang direvisi."

Pejabat AS telah lama mengatakan ruang lingkup latihan pegas, yang dikenal sebagai Foal Eagle dan Key Resolve akan berkurang.

Latihan lapangan Foal Eagle biasanya melibatkan ribuan pasukan gabungan darat, udara, laut dan operasi khusus yang berlangsung setiap musim semi. Sedangkan Key Resolve adalah latihan yang disimulasikan komputer.

Untuk mendorong perundingan, AS dan Korea Selatan telah menangguhkan sejumlah latihan militer sejak KTT AS-Korea Utara yang pertama pada Juni 2018 lalu.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×