Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaitkan perluasan Abraham Accords dengan upaya mencapai kesepakatan damai bersama Iran di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataannya pada Senin (25/5/2026), Trump mengatakan negara-negara seperti Qatar, Pakistan, Mesir, Yordania, dan Turki seharusnya ikut bergabung dalam Abraham Accords secara bersamaan sebagai bagian dari proses negosiasi dengan Iran.
Baca Juga: Ancaman Ebola Mengintai, 220 Kematian Terduga Saat Epidemi Melampaui Kendali
Trump menyebut dirinya telah berbicara dengan para pemimpin negara-negara tersebut pada Sabtu lalu.
Selain itu, ia juga melakukan komunikasi dengan Arab Saudi dan Bahrain yang sebelumnya telah lebih dahulu menandatangani Abraham Accords, yakni kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel.
“Saya menyampaikan bahwa setelah seluruh upaya yang dilakukan Amerika Serikat untuk menyatukan situasi yang sangat kompleks ini, maka seharusnya menjadi kewajiban bagi negara-negara tersebut untuk secara bersamaan bergabung dalam Abraham Accords,” tulis Trump melalui media sosial Truth Social.
Trump juga menyatakan negara-negara tersebut nantinya akan menyambut Iran sebagai bagian dari Abraham Accords apabila kesepakatan damai berhasil dicapai.
Baca Juga: PM Israel Netanyahu Akui Sulit Pengaruhi Trump soal Negosiasi Iran
Meski demikian, Trump tidak memberikan sinyal bahwa kesepakatan dengan Iran akan tercapai dalam waktu dekat. Ia hanya menyebut proses negosiasi saat ini “berjalan dengan baik”.
Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya diplomatik yang terus dilakukan Washington untuk meredakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah, termasuk pembahasan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia.













