kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.924   22,00   0,13%
  • IDX 7.171   -131,28   -1,80%
  • KOMPAS100 991   -22,27   -2,20%
  • LQ45 733   -13,77   -1,84%
  • ISSI 252   -5,94   -2,30%
  • IDX30 399   -7,72   -1,90%
  • IDXHIDIV20 499   -11,55   -2,26%
  • IDX80 112   -2,26   -1,98%
  • IDXV30 136   -2,09   -1,51%
  • IDXQ30 130   -2,80   -2,10%

Timur Tengah Siaga Satu! Enam Negara Arab Ultimatum Serangan Milisi Iran di Irak


Kamis, 26 Maret 2026 / 13:32 WIB
Diperbarui Kamis, 26 Maret 2026 / 13:38 WIB
Timur Tengah Siaga Satu! Enam Negara Arab Ultimatum Serangan Milisi Iran di Irak
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - DOHA. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali mencapai titik didih. Enam negara Arab secara resmi memperbarui kecaman keras terhadap rentetan serangan langsung maupun melalui proksi yang dilancarkan oleh Iran di kawasan.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis di Doha (25/3), negara-negara yang terdiri dari Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Arab Saudi, dan Yordania menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan pelanggaran telanjang terhadap kedaulatan, integritas wilayah, serta hukum kemanusiaan internasional.

Baca Juga: Trump: Pemimpin Iran Ingin Deal, Tapi Tak Berani Bicara Terbuka

Pernyataan negara-negara teluk ini akibat serangan roket Iran ke pangkalan militer Amerika Serikat di negara-negara tersebut. Mereka juga tidak pernah melakukan kecaman atas serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran sejak 28 Februari 2026.

Iran Tolak Proposal Negosiasi AS, Perang Iran Israel Picu Krisis Energi Global

Secara spesifik, aliansi enam negara ini menyoroti serangan yang dilancarkan oleh faksi-faksi bersenjata loyal Iran yang beroperasi dari wilayah Republik Irak. Serangan tersebut tidak hanya menyasar fasilitas vital dan infrastruktur negara-negara tetangga, tetapi juga dianggap sebagai pembangkangan terhadap hukum internasional.

Baca Juga: Syarat Iran Untuk Akhiri Perang: AS Wajib Bayar Ganti Rugi Perang dan Syarat Lainnya

"Ini adalah pelanggaran nyata terhadap Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 2817 (2026), yang secara eksplisit menuntut Iran untuk segera dan tanpa syarat menghentikan segala bentuk serangan atau ancaman terhadap negara tetangga, termasuk yang dilakukan melalui tangan proksinya," tulis pernyataan resmi tersebut.

Meskipun tetap menjunjung tinggi hubungan persaudaraan dengan Baghdad, enam negara tersebut mendesak Pemerintah Irak untuk segera mengambil langkah konkret. Mereka meminta penghentian total aktivitas faksi, milisi, dan kelompok bersenjata yang menjadikan wilayah Irak sebagai batu loncatan serangan ke negara tetangga guna menghindari eskalasi yang lebih luas.

Hak Membela Diri

Menghadapi ancaman yang terus mengintai, blok enam negara ini menegaskan posisi defensif yang agresif. Mereka menyatakan memiliki hak inheren untuk melakukan pembelaan diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Kami berhak mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan, keamanan, dan stabilitas nasional, baik secara individu maupun kolektif," tegas pernyataan tertulis yang di unggah akun Kementerian Luar Negeri Qatar pada Kamis 23 Maret 2026 tersebut.

Selain mengecam serangan fisik, aliansi ini juga mengutuk aktivitas sel-sel tidur (sleeper cells) loyal Iran dan organisasi teroris yang berafiliasi dengan Hizbullah. Mereka memberikan apresiasi tinggi kepada angkatan bersenjata dan lembaga intelijen masing-masing negara yang berhasil membongkar plot jahat serta menangkap sel-sel agen teroris yang berupaya mengguncang stabilitas kawasan.

Iran Ancam Serang Kapal Induk USS Abraham Lincoln




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×