kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   21,00   0,12%
  • IDX 7.214   -88,04   -1,21%
  • KOMPAS100 998   -15,36   -1,52%
  • LQ45 736   -9,96   -1,33%
  • ISSI 254   -4,13   -1,60%
  • IDX30 401   -6,15   -1,51%
  • IDXHIDIV20 501   -9,48   -1,86%
  • IDX80 112   -1,55   -1,36%
  • IDXV30 137   -1,36   -0,99%
  • IDXQ30 131   -2,19   -1,65%

Trump: Pemimpin Iran Ingin Deal, Tapi Tak Berani Bicara Terbuka


Kamis, 26 Maret 2026 / 11:38 WIB
Trump: Pemimpin Iran Ingin Deal, Tapi Tak Berani Bicara Terbuka
ILUSTRASI. USA-IRAN/HORMUZ (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ketegangan di Timur Tengah terus memanas meski muncul sinyal potensi gencatan senjata.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran “sangat ingin mencapai kesepakatan” untuk mengakhiri hampir empat minggu konflik, berbeda dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi, yang menegaskan negaranya sedang meninjau proposal AS tetapi tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung.

Araqchi menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada negosiasi dengan AS, hanya terjadi pertukaran pesan melalui perantara.

Baca Juga: Syarat Iran Untuk Akhiri Perang: AS Wajib Bayar Ganti Rugi Perang dan Syarat Lainnya

“Pesan-pesan yang disampaikan melalui negara sahabat dan jawaban kami dengan menyatakan posisi atau memberi peringatan bukanlah negosiasi,” ujarnya dalam wawancara televisi negara, Rabu (25/3/2026).

Sementara itu, Trump berbicara di Washington dan menyebut bahwa pemimpin Iran sedang bernegosiasi secara diam-diam.

“Mereka ingin membuat kesepakatan, tapi takut mengakuinya karena dikhawatirkan akan dibunuh oleh rakyatnya sendiri atau oleh kami,” kata Trump, tanpa merinci pihak Iran yang dimaksud.

Konflik yang dipicu serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, dan balasan Iran terhadap Israel, pangkalan AS, dan negara-negara Teluk, telah menimbulkan dampak global.

Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Guncang Asia, Bagaimana dengan Indonesia?

Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia, nyaris tertutup.

Akibatnya, harga energi meroket, rantai pasok terganggu, dan pemerintah di berbagai negara mempertimbangkan langkah-langkah bantuan ekonomi seperti saat pandemi COVID-19.

Badan Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa puluhan juta orang bisa menghadapi kelaparan akut jika perang berlanjut hingga Juni, sementara petani kesulitan mendapatkan solar untuk traktor.

Proposal gencatan senjata AS yang dikirim melalui Pakistan meminta Iran menghentikan program pengayaan uranium, mengekang program rudal balistik, dan memotong pendanaan untuk sekutu regional.

Namun, Gedung Putih menolak membeberkan rincian proposal dan memperingatkan kemungkinan eskalasi serangan.

Baca Juga: Taiwan Pastikan Penjualan Senjata AS Tetap Berjalan Setelah Terima Surat Jaminan

Seorang pejabat pertahanan senior Israel menyatakan skeptis bahwa Iran akan menyetujui syarat tersebut dan khawatir negosiator AS bisa membuat konsesi.

Israel juga menekankan agar perjanjian tetap memberi opsi untuk serangan pre-emptive.

Iran, menurut enam sumber regional, meminta Lebanon dilibatkan dalam setiap kesepakatan gencatan senjata.

Di pasar, optimisme gencatan senjata yang sempat mendorong reli saham global memudar. Harga minyak kembali merangkak naik, sementara serangan rudal dan drone terus menargetkan berbagai lokasi di Teluk.

Militer Israel melakukan serangkaian serangan luas terhadap infrastruktur di Iran, sementara komandan US Central Command, Laksamana Brad Cooper, menyebut lebih dari 10.000 target di Iran telah dihancurkan, termasuk 92% kapal angkatan laut terbesar Iran, serta dua pertiga fasilitas produksi rudal, drone, dan kapal.

Pentagon berencana mengirim ribuan pasukan tambahan ke Teluk untuk menambah opsi serangan darat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia menghadapi risiko perang yang lebih luas.

“Saatnya berhenti menaiki tangga eskalasi dan mulai menaiki tangga diplomasi,” ujarnya di markas PBB, New York.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×