kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.130   43,00   0,24%
  • IDX 5.949   25,02   0,42%
  • KOMPAS100 772   1,02   0,13%
  • LQ45 590   0,68   0,12%
  • ISSI 205   1,40   0,69%
  • IDX30 334   0,40   0,12%
  • IDXHIDIV20 414   0,97   0,23%
  • IDX80 88   0,20   0,23%
  • IDXV30 113   0,34   0,30%
  • IDXQ30 107   -0,11   -0,10%

Trump: Iran Minta Sanksi Dicabut, Washington Buka Peluang?


Jumat, 07 November 2025 / 09:29 WIB
Trump: Iran Minta Sanksi Dicabut, Washington Buka Peluang?
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump berbicara dalam pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung (tidak terlihat) di sela-sela KTT para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju, Korea Selatan, 29 Oktober 2025. REUTERS/Evelyn Hockstein


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Iran telah meminta agar sanksi ekonomi dari Washington dicabut.

“Iran telah menanyakan apakah sanksi bisa dicabut. Sanksi AS terhadap mereka sangat berat dan membuat sulit bagi Iran untuk bergerak seperti yang mereka inginkan. Saya terbuka untuk mendengar hal itu, dan kita lihat nanti,” ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Kamis (6/11/2025).

Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan bahwa kerja sama dengan AS tidak mungkin terjadi selama Washington masih mendukung Israel, mempertahankan pangkalan militer, dan ikut campur di Timur Tengah.

Sejak menjabat untuk periode kedua pada Januari lalu, Trump kembali melanjutkan kampanye “tekanan maksimum” terhadap Teheran, termasuk upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. AS bahkan membombardir sejumlah situs nuklir Iran pada Juni lalu.

Meski kedua negara sempat mengadakan lima putaran perundingan nuklir sebelum perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni, pembahasan terhenti karena perbedaan tajam mengenai isu pengayaan uranium di wilayah Iran.


Tag


TERBARU

[X]
×