kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Trump membela kebijakan perang dagangnya di depan ribuan petani AS


Selasa, 15 Januari 2019 / 16:51 WIB
Trump membela kebijakan perang dagangnya di depan ribuan petani AS

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW ORLEANS. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin  membela kebijakan perdagangannya yang keras dengan China di depan ribuan petani yang menderita akibat kebijakan perang dagang. Meski begitu, sejumlah petani mengaku kecewa mendengar rencana penyelesaikan perang dagang yang dibeberkan Trump.

Dalam pidatonya pada Konvensi ke-100 Federasi Biro Pertanian Nasional di New Orleans, Louisiana, pada 14 Januari 2019, Trump lebih banyak menjelaskan mengapa ia meyakini bahwa AS sangat membutuhkan tembok di perbatasan selatan negaranya.

Menurut Trump, kebijakan perdagangannya akan memberikan manfaatkan dalam jangka panjang bagi kesehatan perekonomian AS.

Terdapat sekitar 3,2 juta petani yang selama ini menjadi pendukung setia Trump. Mereka ini harus berjuang secara finansial sejak Beijing memberlakukan tarif impor produk kedelai AS pada Juli tahun lalu.

Tarif yang diterapkan Beijing tersebut sebagai balasan atas tarif yang diterapkan Trump atas produk-produk China.  China juga telah mengimplentasikan beban tambahan terhadap produk pertanian AS lainnya seperti sorgum babi dan gandum.

"Saya ingin tahu apakah sudah ada kesepakatan yang telah dilakukan supaya segera memberi tahu kami hari ini juga," ujar Petani biji-bijian dari Illiois Robert Klemm dalam konvensi di New Orleans seperti diberitakan Reuters.

Pada 2017, China membeli kedelai AS senilai US$ 12 miliar. Namun setelah perang dagang, China mengalihkan pembelian kedelai ke Brasil pada 2018.

"Kami kehilangan sekitar US$ 375 miliar dengan China setiap tahun dan selama bertahun-tahun. Kami sedang bekerja sangat kuat. Anda melihat apa yang sedang terjadi. Lakukan dengan sangat baik," ujar Trump di konvensi, tanpa memberikan rincian spesifik tentang hasil negosiasi bersama China.

Namun Trump mengklaim pemerintahannya membalikkan semua keadaan tersebut dengan kesepakatan perdagangan yang adil yang menempatkan petani Amerika, peternak, dan bahkan orang Amerika menjadi yang pertama.

Sementara ketua DPR AS dari partai Demokrat Nancy Pelosi meminta agar Trump menberikan kepastian kepada para petani sehingga tidak terus menderita kerugian akibat perang dagang. Salah satu desakan Partai Demokrat adalah agar Trump mau menandatangani Undang-Undang untuk membuka kembali Departemen Pertanian AS (USDA).

 



TERBARU

[X]
×