kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Trump menggertak China agar sepakat sebelum pilpres atau syarat jauh lebih berat


Rabu, 18 September 2019 / 06:45 WIB

Trump menggertak China agar sepakat sebelum pilpres atau syarat jauh lebih berat
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa pemerintahannya akan menyelesaikan perundingan perdagangan dengan China sebelum pemilihan presiden AS  atau sehari setelah para pemilih AS pergi ke tempat pemungutan suara.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One yang sedang terbang dari New Mexico ke Kalifornia, Trump mengklaim bahwa Beijing berpikir ia akan memenangkan pemilihan ulang, tetapi para pejabat Cina lebih suka berurusan dengan orang lain.

Baca Juga: Wall Street menanjak setelah Saudi menyatakan produksi minyak pulih akhir September

Dia mengaku telah bicara kepada China bahwa jika kesepakatan itu muncul setelah pemilihan 3 November 2020, maka akan ada syarat "jauh lebih buruk" bagi Beijing daripada yang bisa dicapai sekarang.

"Saya pikir akan ada kesepakatan mungkin segera, mungkin sebelum pemilihan, atau satu hari setelah pemilihan. Jika setelah pemilihan, itu akan menjadi kesepakatan seperti yang belum pernah Anda lihat, China tahu itu," kata Trump.

Komentar presiden AS datang dua hari sebelum juru runding AS dan China dijadwalkan bertemu di Washington.

Baca Juga: Pergerakan pasar keuangan Indonesia masih bertumpu pada sentimen eksternal

Pertemuan tersebut bertujuan membuka jalan bagi negosiasi tingkat tinggi yang diharapkan berlangsung pada awal Oktober. Mereka akan mencari jalan keluar dari perang dagang 14 bulan yang pahit antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.

Pembicaraan tersebut akan mengikuti pelonggaran ketegangan perdagangan pekan lalu, ketika Trump menunda kenaikan tarif 1 Oktober dengan nilai impor China senilai US$ 250 miliar. Di lain pihak China menunda tarif pembalasan atas beberapa obat kanker buatan AS, bahan pakan ternak, dan pelumas.

Baca Juga: Trump bilang kenaikan harga minyak tak masalah, berapa cadangan minyak AS?


Sumber : Reuters
Editor: Hasbi Maulana

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×