kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Trump Pasang Tarif 15%, Inggris Jadi Salah Satu Negara yang Paling Dirugikan


Senin, 23 Februari 2026 / 02:24 WIB
Trump Pasang Tarif 15%, Inggris Jadi Salah Satu Negara yang Paling Dirugikan
ILUSTRASI. Inggris berisiko menjadi negara yang paling dirugikan kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - LONDON. Inggris berisiko menjadi negara yang paling dirugikan kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif global, Trump mengeluarkan kebijakan baru yang mematok tarif 15% untuk semua negara.

Selama ini, Inggris menikmati tarif timbal balik yang relatif lebih rendah dibandingkan negara lain, yakni sebesar 10%. Tetapi niatan Trump memberlakukan tarif sebesar 15% untuk semua negara berarti pebisnis dari Inggris akan terkena bea masuk lebih tinggi.

Inggris akan mengalami peningkatan tarif terbesar, bersama dengan Australia, Italia dan Singapura, menurut data Global Trade Alert. Sementara Brasil, China, dan India akan mendapatkan keuntungan paling besar, karena saat ini negara-negara tersebut terkena tarif sangat tinggi.

Baca Juga: Eropa Kaji Tunda Ratifikasi Tarif, AS Tetap Dorong Kesepakatan Tarif Jalan Terus

“Saat ini, kami belum memiliki kejelasan apakah tarif 10% yang disepakati akan dihormati, tetapi sampai AS memberikan arahan, kita harus berasumsi bahwa tarifnya adalah 15%,” kata Sam Lowe, seorang spesialis perdagangan di firma penasihat strategis Flint Global, London, seperti dikutip Bloomberg, Senin (23/2/2026).

Para pejabat Inggris sekarang dengan cemas mencoba membujuk pemerintah AS mengecualikan Inggris dari tarif yang lebih tinggi. Kamar Dagang Inggris memperkirakan tarif lebih tinggi akan meningkatkan biaya ekspor Inggris ke AS hingga £3 miliar dan akan berdampak pada 40.000 perusahaan Inggris.

“Kami sedang melakukan pembicaraan di tingkat tertinggi untuk memastikan apa yang kami anggap sebagai kepentingan nasional kami didengar dengan jelas oleh rekan-rekan Amerika kami,” kata Menteri Kabinet Bridget Phillipson, kepada Sky News, Minggu (22/2/2026).

Baca Juga: India Tunda Pembicaraan Dagang dengan AS Usai Putusan MA soal Tarif Trump

Tapi pemerintah Inggris tampaknya cukup optimistis. “Dalam skenario apa pun, kami memperkirakan posisi perdagangan istimewa kami dengan AS akan terus berlanjut,” kata juru bicara pemerintah Inggris.

Rezim tarif baru Trump, yang diberlakukan berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan 1974, dapat berlaku maksimal 150 hari kecuali Kongres memperpanjangnya. Pengecualian tarif untuk baja, farmasi, dan otomotif, yang sebelumnya disepakati antara Inggris dan AS, diperkirakan akan tetap berlaku, memberikan Inggris status preferensial berkelanjutan pada sektor-sektor utama tersebut.

Namun, produk lain dari Inggris, mulai dari wiski Scotch hingga mainan, sekarang akan menghadapi tarif yang lebih tinggi. “Setara dengan yang dihadapi Uni Eropa sebelumnya,” kata Crawford Falconer, mantan negosiator perdagangan utama Inggris.

Baca Juga: Swiss Bersiap Hadapi Tarif AS yang Berpotensi Jadi Permanen

Inggris telah mengeluarkan modal diplomatik yang signifikan untuk mendapatkan perlakuan istimewa dari Gedung Putih. Bulan lalu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer membantu membujuk Trump menarik kembali ancamannya untuk mengenakan tarif yang lebih tinggi pada Eropa, sebagai balasan atas dukungan benua tersebut untuk Denmark dan Greenland.

Selanjutnya: IIMS 2026 Pecah Rekor Rp 8,7 Triliun, Catat Kota Selanjutnya yang Diserbu!

Menarik Dibaca: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Hari Ini 23 Februari: Hindari Keterlambatan!




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×