kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.033   -24,00   -0,13%
  • IDX 5.147   149,99   3,00%
  • KOMPAS100 658   26,73   4,24%
  • LQ45 513   24,10   4,93%
  • ISSI 176   4,05   2,35%
  • IDX30 288   14,79   5,41%
  • IDXHIDIV20 378   21,05   5,90%
  • IDX80 76   3,23   4,46%
  • IDXV30 106   4,93   4,90%
  • IDXQ30 95   5,60   6,24%

Trump Peringatkan AS Bisa Bernasib seperti Prancis Jika Demokrat Menang


Selasa, 20 Oktober 2026 / 09:09 WIB
Trump Peringatkan AS Bisa Bernasib seperti Prancis Jika Demokrat Menang
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan kerusuhan di Prancis sebagai peringatan kepada pemilih agar tidak mendukung Partai Demokrat.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kampanye Senator Partai Republik Roger Marshall di Kansas, Senin (19/10/2026), di tengah persaingan pemilihan sela AS yang semakin ketat.

Dalam pidatonya, Trump mengeklaim AS dapat mengalami situasi serupa jika Partai Republik kalah dalam pemilihan.

Baca Juga: China Pertahankan Suku Bunga Kredit di Level 3% Selama 17 Bulan Beruntun

Ia merujuk pada gelombang demonstrasi di Prancis yang dalam beberapa hari terakhir berujung pada kerusuhan dan penjarahan, di tengah protes terhadap biaya hidup dan layanan publik yang dinilai kekurangan pendanaan.

"Kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi di negara ini," kata Trump.

Ia kemudian menyinggung kebakaran menara gereja dan kerusuhan di Prancis sebagai gambaran yang menurutnya diinginkan oleh Partai Demokrat. Namun, Trump tidak menyertakan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Trump juga kembali menggunakan retorika anti-imigran dan anti-Muslim dalam pidatonya. Sejumlah kelompok pembela hak sipil selama bertahun-tahun mengkritik pernyataan Trump yang menyasar imigran dan kelompok minoritas karena dinilai berisiko menormalisasi sikap diskriminatif.

Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Selasa (20/10), Investor Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya Trump membantu Marshall mempertahankan kursi Senat dari Kansas, negara bagian konservatif di wilayah Midwest yang dimenangi Trump dengan selisih 16 poin pada pemilihan presiden 2024.

Kansas tidak pernah memilih senator dari Partai Demokrat selama 94 tahun. Namun, Marshall kini menghadapi persaingan ketat melawan kandidat Demokrat Adam Hamilton, seorang pendeta gereja Metodis berskala besar yang mengkritik kebijakan tarif Trump dan menyebut kepemimpinan presiden tidak konsisten.

Trump menyerang Hamilton dengan menyebut kandidat Demokrat itu ingin membuat warga kulit putih merasa bersalah atas identitas mereka.

Sementara itu, Marshall mengangkat isu budaya dan agama, termasuk penentangannya terhadap apa yang disebutnya sebagai Islam radikal. Ia juga mengkritik dukungan Hamilton terhadap parade kebanggaan kelompok gay.

Hamilton sebelumnya menyatakan bahwa pendukung Trump tetap memiliki tempat dalam kampanyenya.

Baca Juga: Dolar AS Stabil Selasa (20/10), Risiko Politik Prancis Bayangi Pergerakan Euro

Ia mengatakan bersedia bekerja sama dengan Trump jika kebijakannya sejalan, tetapi akan menentang kebijakan Washington yang merugikan petani dan rumah sakit di wilayah pedesaan.

Persaingan di Kansas mencerminkan tantangan yang dihadapi Partai Republik menjelang pemilihan sela pada 3 November. Partai tersebut berupaya mempertahankan kendali atas Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat AS di tengah ketidakpuasan pemilih terhadap perang Iran dan kenaikan harga.

Trump kini menjalani rangkaian kampanye selama 32 hari, dengan sejumlah kunjungan ke wilayah yang sebelumnya memberikan dukungan besar kepadanya.

Seorang anggota Partai Republik yang memahami strategi kampanye Trump mengatakan perhatian terhadap kawasan pedesaan berkaitan dengan hasil jajak pendapat internal yang menunjukkan melemahnya dukungan dari pemilih pria berusia 55 tahun ke bawah di wilayah tersebut.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (20/10), Brent ke US$ 109,06 & WTI ke US$ 103,32

Tekanan biaya hidup membayangi kampanye

Persoalan ekonomi menjadi salah satu isu utama dalam kampanye. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Senin menunjukkan tingkat persetujuan terhadap kinerja Trump hanya mencapai 31%, terendah selama masa kepresidenannya menurut survei tersebut.

Di Park City, dekat Wichita, sejumlah peserta kampanye melewati jarak lebih dari satu mil untuk mencapai arena pertemuan.

Di lokasi itu, papan harga di sebuah tempat pemberhentian kendaraan menunjukkan harga bensin US$ 3,98 per galon dan diesel US$ 5,78 per galon.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Didenda Rp5,17 Juta Akibat Tinggalkan Timnas Portugal

Menurut analis perjalanan AAA, harga bensin tersebut sekitar 45% lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga di Kansas pada tahun sebelumnya.

Sejumlah pendukung Trump mengungkapkan kekhawatiran atas kenaikan biaya hidup. Monique Mullen, pemilih Partai Republik berusia 59 tahun dari Hutchinson, mengatakan kenaikan harga membuatnya semakin sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, kebijakan perdagangan Trump juga menuai kritik dari sebagian warga Kansas. James Nightingale, seorang petani yang mengaku independen, mengatakan tarif impor telah merugikan pasar penjualan biji-bijian di wilayahnya.

Ia juga mempertanyakan kebijakan impor daging sapi dari luar negeri yang dinilainya bertentangan dengan slogan Trump, "America First".

Untuk merebut kembali kendali atas Kongres, Partai Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi di masing-masing kamar legislatif.

Baca Juga: Manchester City Terancam Degradasi, Ini Potensi Sanksi Kasus FFP

Saat ini, Partai Republik memiliki mayoritas tipis, yakni 218 berbanding 214 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat dan 53 berbanding 47 kursi di Senat.

Meski Kansas dikenal sebagai basis Partai Republik, negara bagian tersebut juga pernah memilih gubernur dari Partai Demokrat, Laura Kelly, untuk dua periode terakhir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa isu ekonomi dan kinerja pemerintah tetap menjadi bagian penting dari persaingan politik di negara bagian tersebut.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×