Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Konflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran makin memanas. Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan menyerang Iran dengan sangat keras setelah serangan Iran terhadap militer AS di Yordania.
"Jadi sekarang giliran kita," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip Reuters, Rabu (29/7/2026).
Trump bilang, AS akan melihat apakah ada kesepakatan antara kedua negara untuk mengakhiri perang mereka. Tetapi AS akan menyerang Iran dengan sangat keras.
Garda Revolusi Iran pada hari Selasa mengatakan mereka menembakkan beberapa rudal balistik ke pangkalan udara AS dan pusat militer di Yordania. Secara terpisah, militer AS mengatakan telah mencegat beberapa rudal balistik.
Baca Juga: Pertahankan Bunga 3,5%-3,75%, Berikut Pernyataan Lengkap The Fed
Trump juga menyebut, dia telah diberi pengarahan tentang serangan drone terhadap kapal tanker penyimpanan gas milik AS di pelabuhan Damietta, Mesir, di Mediterania.
“Saya telah diberi pengarahan. Ini sedikit lebih dari hal yang sama. Tetapi akan segera membaik,” kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Trump, menanggapi laporan Reuters yang menyatakan bahwa Iran diperkirakan akan menerima pengiriman pertama hingga 400 peluncur rudal pertahanan udara buatan China. Trump mengatakan, perkembangan seperti itu akan mengejutkan.
Trump sebelumnya menyatakan pekan ini bahwa ia mempercayai Presiden China Xi Jinping, serta pemimpin Rusia Vladimir Putin, ketika mereka mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perang atas nama Iran.
"Yah, itu akan mengejutkan. Maksud saya, hal-hal seperti itu terjadi, tetapi itu akan mengejutkan. Dia (Xi) mengatakan kepada saya dengan sangat tegas bahwa dia tidak akan ikut serta, tetapi dia tahu saya akan sangat kecewa," kata Trump menanggapi pertanyaan tentang laporan Reuters tersebut.
Baca Juga: Keputusan The Fed Pertahankan Bunga Tak Bulat, 3 Anggota FOMC Ingin Bunga Naik














