Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed mempertahankan suku bunga tetap di level 3,5%-3,75% pada Rabu (29/7/2026), diwarnai perbedaan pendapat.
Keputusan menuai perbedaan pendapat dari tiga dari 12 anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). Ketiga orang itu "lebih menyukai" kenaikan bunga The Fed sebesar25 basis poin pada pertemuan ini.
Ketiga orang yang sama, yaitu presiden bank regional Cleveland, Dallas, dan Minneapolis dari Fed, juga telah berbeda pendapat pada pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai kepala bank sentral pada akhir April lalu, saat itu mendukung penghapusan janji tersirat tentang penurunan suku bunga.
Keputusan The Fed mempertahankan suku bunga ini dapat memperintensifkan pertanyaan tentang bagaimana Ketua The Fed Kevin Warsh, akan memenuhi komitmennya untuk menurunkan inflasi kembali ke target 2%.
Baca Juga: Pertahankan Bunga 3,5%-3,75%, Berikut Pernyataan Lengkap The Fed
Warsh, yang menjadi Ketua The Fed pada bulan Mei 2026, mengatakan bahwa ia "tidak mentolerir" inflasi yang telah berjalan di atas target bank sentral selama lebih dari lima tahun, dan hingga bulan lalu terus meningkat karena perang di Timur Tengah mendorong kenaikan harga bahan bakar dan makanan global.
Selain itu, investasi di pusat data dan pengeluaran lain yang terkait dengan kecerdasan buatan mendorong peningkatan permintaan.
"Inflasi tetap tinggi relatif terhadap target 2% Komite," kata Fed dalam pernyataan kebijakan singkat setelah berakhirnya pertemuan dua hari terakhirnya seperti dikutip Reuters.
Baca Juga: Yield US Treasury Naik usai Harga Minyak Melonjak, Pasar Menanti Keputusan The Fed














