kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Trump sebut tarif impor produk China akan mengembalikan lapangan kerja di AS, yakin?


Jumat, 02 Agustus 2019 / 17:42 WIB
Trump sebut tarif impor produk China akan mengembalikan lapangan kerja di AS, yakin?

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi

Sejumlah analis menilai, meski pengenaan tarif cukup membantu untuk mendorong perusahaan AS keluar dari China, namun mereka tidak bertanggung jawab untuk membuka lapangan pekerjaan di AS.

“Tidak ada tanda-tanda bahwa produsen AS akan kembali ke negaranya karena kebijakan perdagangan. Lebih masuk akal untuk memproduksi barang negara yang tenaga kerjanya lebih banyak dan murah," kata peneliti AT Kearny, Johan Gott.

Baca Juga: Terhimpit Trump-Powell, investor global alami 48 jam yang brutal

Memang benar bahwa sejak Trump menjabat pada Januari 2017, jumlah tenaga kerja di sektor manufaktur AS telah meningkat. Bulan lalu, angkanya mencapai 12,8 juta alias naik 400.000 lapangan pekerjaan dari saat ia pertama kali memerintah.

Akan tetapi, data statistik tenaga kerja menunjukkan bahwa peningkatan dalam pekerjaan di sektor manufaktur ini lebih lambat daripada seharusnya.

Data Biro Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa sejak 2017 ekonomi AS telah mendorong terbukanya nyaris 6 juta pekerjaan.

Lauren Goodwin, seorang ekonom dan ahli strategi di New York Life Investments menyebut pekerjaan di bidang manufaktur, yang menyumbang sekitar 10% dari total output ekonomi, seharusnya meningkat 600.000 lapangan kerja pada periode itu untuk mengimbangi pertumbuhan ekonomi, 

Baca Juga: AS Kenakan Sanksi Terhadap Menlu Iran, Presiden Rouhani: "Kekanak-kanakan"

“Jadi peningkatan itu benar-benar tidak terlalu mengesankan. Karena sebenarnya tertinggal dari pertumbuhan ekonomi rata-rata,” katanya.

Sebagai perbandingan, dalam dua setengah tahun masa jabatan kedua presiden Barack Obama, mulai tahun 2013, lapangan pekerjaan di sektor manufaktur, meningkat sebesar 330.000 lapangan pekerjaan tanpa adanya pengenaan tarif terhadap produk impor.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×