kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Trump Tegaskan Iran Harus Hubungi AS untuk Negosiasi, Teheran Tuntut Blokade Dicabut


Senin, 27 April 2026 / 03:44 WIB
Trump Tegaskan Iran Harus Hubungi AS untuk Negosiasi, Teheran Tuntut Blokade Dicabut
ILUSTRASI. Trump tegaskan Iran harus hubungi AS untuk negosiasi, namun Teheran menuntut blokade dicabut. (REUTERS/Nathan Howard)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Donald Trump mengatakan pada Minggu bahwa Iran dapat menghubungi Amerika Serikat jika ingin bernegosiasi untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS dan Israel, ketika Menteri Luar Negeri Iran kembali ke Pakistan untuk melakukan pembicaraan meskipun tidak ada perwakilan AS yang hadir.

Harapan untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian sebelumnya sempat memudar setelah Trump membatalkan rencana kunjungan ke Islamabad oleh utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, meskipun Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi tetap bolak-balik antara negara-negara mediator.

“Kalau mereka ingin bicara, mereka bisa datang ke kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami punya jalur komunikasi yang bagus dan aman,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News dalam acara “The Sunday Briefing.”

“Mereka tahu apa yang harus ada dalam kesepakatan. Sangat sederhana: mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, kalau tidak, tidak ada alasan untuk bertemu,” kata Trump.

Melansir Reuters, Iran sejak lama menuntut Washington mengakui haknya untuk memperkaya uranium, yang menurut Teheran hanya untuk tujuan damai, namun negara-negara Barat dan Israel menilai hal itu bertujuan untuk membangun senjata nuklir.

Meski gencatan senjata telah menghentikan pertempuran skala penuh dalam konflik yang dimulai dengan serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari, belum ada kesepakatan mengenai syarat-syarat untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang, mendorong naik harga minyak, memicu inflasi, serta memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi global.

Teheran sebagian besar telah menutup Selat Hormuz, yang biasanya dilalui seperlima pengiriman minyak dunia, sementara Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Setelah menggelar pembicaraan di Pakistan, Araqchi terbang ke Oman, mediator lain dalam perang tersebut, dan pada Minggu bertemu pemimpin Oman, Haitham bin Tariq al-Said.

Mereka membahas keamanan di selat tersebut dan Araqchi menyerukan pembentukan “kerangka keamanan regional” yang bebas dari campur tangan pihak luar, menurut Kementerian Luar Negeri Iran.

Baca Juga: Kronologi Penembakan di Washington: Trump Dievakuasi, Pelaku Berniat Serang Pejabat

Menlu Iran Bahas Selat Hormuz

Araqchi kemudian kembali ke Islamabad, demikian laporan media pemerintah Iran. Sumber pemerintah Pakistan mengatakan ia akan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan sebelum menuju Moskow.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa pembicaraan Araqchi dengan pejabat Pakistan akan mencakup “penerapan rezim hukum baru atas Selat Hormuz, penerimaan kompensasi, jaminan tidak ada agresi militer kembali oleh pihak penghasut perang, serta pencabutan blokade laut.”

Tasnim menyebut pembicaraan tersebut tidak berkaitan dengan program nuklir Iran.

Berbicara di Florida sebelum akhirnya dibawa keluar dari acara makan malam White House Correspondents’ Association di Washington ketika ada seorang pria melepaskan tembakan di sekitar lokasi, Trump mengatakan ia membatalkan kunjungan para utusannya karena terlalu banyak perjalanan dan biaya, untuk sesuatu yang ia anggap sebagai tawaran Iran yang tidak memadai.

“Iran menawarkan banyak, tapi belum cukup,” kata Trump.

Putaran pembicaraan sebelumnya di Islamabad, di mana Wakil Presiden JD Vance memimpin delegasi AS berhadapan dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, berakhir tanpa kesepakatan.

Setelah perjalanan diplomatik terbaru dibatalkan, dua pesawat Angkatan Udara AS C-17 yang membawa staf keamanan, perlengkapan, dan kendaraan untuk melindungi pejabat AS terbang keluar dari Pakistan, kata dua sumber pemerintah Pakistan kepada Reuters pada Minggu.

Baca Juga: Penjualan Tembus 2,27 Juta Unit, Begini Cara Jetour International Genjot Bisnis




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×