Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui telepon bahwa Teheran tidak akan memasuki “negosiasi yang dipaksakan” di bawah ancaman atau blokade, menurut pernyataan pemerintah Iran.
Ia mengatakan Amerika Serikat harus terlebih dahulu menghapus hambatan, termasuk blokade maritim, sebelum para negosiator dapat mulai meletakkan dasar penyelesaian konflik.
Menulis di Truth Social sebelum insiden penembakan di acara makan malam White House Correspondents’ Dinner, Trump menyatakan ada “pertikaian besar dan kebingungan” di dalam kepemimpinan Iran.
Pezeshkian pekan lalu mengatakan tidak ada “kelompok garis keras maupun moderat” di Teheran dan bahwa negara itu bersatu di belakang pemimpin tertinggi.
Tonton: Deadlock Iran-AS, Trump Batalkan Kunjungan Utusan ke Islamabad
Perang ini telah mengguncang stabilitas Timur Tengah. Iran telah menyerang negara-negara tetangga di Teluk, dan konflik antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon kembali menyala.
Militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru untuk wilayah selatan Lebanon pada Minggu, memerintahkan warga meninggalkan tujuh kota di luar “zona penyangga” yang didudukinya sebelum gencatan senjata, yang gagal menghentikan permusuhan sepenuhnya.













