kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Antara Ukraina dengan Rusia


Senin, 12 Oktober 2026 / 05:45 WIB
Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Antara Ukraina dengan Rusia
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina pada hari Minggu (11/10/2026). (via REUTERS/SAUL LOEB)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina pada hari Minggu (11/10/2026) yang menurutnya akan "berlaku segera". Namun pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan ia masih menunggu rincian kesepakatan tersebut.

Tidak ada tanggapan dari Moskow mengenai pengumuman gencatan senjata itu, yang muncul setelah tekanan bertubi-tubi dari Trump agar Ukraina menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. 

Ia menyalahkan serangan-serangan tersebut atas kenaikan harga solar yang merugikan Partai Republik menjelang pemilihan umum sela AS bulan depan.

Dalam situasi memburuknya hubungan secara drastis, Trump pada hari Sabtu memperingatkan Zelenskiy bahwa ia "sebaiknya benar-benar berhenti" menyerang kilang minyak Rusia, dan mendesak rakyat Ukraina untuk mengganti pemimpin mereka dalam pemilihan umum baru. 

Trump mengatakan Zelenskiy telah melewatkan beberapa kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Moskow.

Baca Juga: Elon Musk Janji Starlink Terjangkau di India, Tantang Perusahaan Milik Mukesh Ambani

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya pada hari Minggu, Trump secara tak terduga mengumumkan bahwa Ukraina dan Rusia telah menyepakati gencatan senjata energi, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

"Berlaku segera, ada gencatan senjata energi dalam Perang antara Rusia dan Ukraina. Kedua belah pihak telah sepakat. Jangan melanggarnya!" tulis Trump seperti dilansir Reuters, Senin (12/10/2026).

Kenaikan Harga Bahan Bakar Global

Trump, yang kebijakannya sering disalahkan sebagai penyebab lonjakan harga bahan bakar global, sebelumnya pernah mengumumkan gencatan senjata energi di Ukraina pada pertengahan September, meskipun tidak ada pihak yang pernah mengonfirmasi bahwa kesepakatan semacam itu telah tercapai. Seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa AS telah mengancam akan menghentikan pertukaran intelijen dengan Ukraina serta pengadaan senjata melalui sistem Prioritised Ukraine Requirements List (PURL), sembari mendesak Kyiv untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia. 

Ancaman AS ini sebelumnya telah dilaporkan oleh Financial Times.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Zelenskiy sedang berbicara dengan para pemimpin Eropa mengenai upaya meredakan ketegangan dengan Trump.

Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Zelenskiy mengatakan bahwa ia telah membahas pengumuman gencatan senjata dari Trump dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, dan Presiden Finlandia Alexander Stubb.

"Ukraina mendukung gencatan senjata tersebut, dan penting bagi Rusia untuk turut mendukungnya. Kami sedang menunggu rincian dari pihak Amerika," ujarnya melalui Telegram.

Baca Juga: Elon Musk Berjanji Hadirkan Starlink dengan Harga Terjangkau di India, Jelang IPO Jio

Dalam pidato video malam harinya, Zelenskiy mengatakan bahwa pasukan Rusia masih melancarkan serangan udara terhadap infrastruktur energi, termasuk serangan terhadap pembangkit listrik dan pemanas gabungan di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina. 

Seorang pejabat Ukraina mengonfirmasi bahwa serangan tersebut terjadi setelah pengumuman gencatan senjata oleh Trump.

Beberapa jam sebelumnya, Zelenskiy menolak tekanan AS agar Ukraina secara sepihak menghentikan serangan terhadap kilang minyak Rusia. Ia menegaskan kembali pendirian lamanya bahwa ia bersedia melakukan hal tersebut hanya jika Presiden Vladimir Putin menghentikan serangan Rusia terhadap infrastruktur kelistrikan Ukraina.

Janji Pemilu

Trump juga menyerukan diadakannya pemilihan umum di Ukraina—yang telah ditangguhkan sejak invasi Rusia tahun 2022—dan Zelenskiy menanggapi bahwa ia akan menggelar pemungutan suara jika Putin menyetujui gencatan senjata selama 60 hari.

Zelenskiy mengatakan bahwa pemilihan pemimpin adalah "hak rakyat Ukraina," namun menambahkan bahwa pertempuran harus diakhiri terlebih dahulu. Hukum Ukraina melarang penyelenggaraan pemilu selama masa darurat militer demi alasan keamanan.

"Tolong sampaikan kepada Putin: berikan kami waktu dua bulan—gencatan senjata total selama 60 hari—dan kami akan menyelenggarakan pemilihan umum," kata Zelenskiy. Pemimpin Ukraina tersebut menepis anggapan bahwa dirinya yang harus disalahkan atas kenaikan harga energi, seraya menambahkan bahwa "semua orang di dunia" tahu bahwa perang di Timur Tengah merupakan faktor yang lebih besar.

Lonjakan tajam harga solar global, yang terjadi setelah pecahnya perang Iran pada bulan Februari, telah menjadi beban politik bagi Partai Republik yang dipimpin Trump menjelang pemilihan paruh waktu; dalam pemilihan tersebut, Partai Demokrat yang merupakan oposisi berpotensi merebut kendali atas salah satu atau kedua majelis Kongres.

Baca Juga: Bank Dunia Berdiskusi dengan Puluhan Negara Mengenai Bantuan Krisis

Pada hari Sabtu, Zelenskiy bereaksi dengan marah terhadap pengumuman Trump mengenai kesepakatan pasokan solar dengan Rusia; ia menyatakan bahwa langkah tersebut akan semakin memicu serangan Moskow terhadap Ukraina dan mengakibatkan lebih banyak korban jiwa.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan yang dipaparkan oleh Trump pada hari Jumat, Rusia akan segera memasok lebih dari 300.000 metrik ton solar ke pasar AS dan pasar global, yang setara dengan sekitar 2,25 juta barel bahan bakar. Sebagai catatan, AS mengekspor sekitar 1,5 juta barel solar per hari.

Sejumlah anggota parlemen AS juga mengkritik kesepakatan solar tersebut.

Senator AS Thom Tillis, seorang anggota Partai Republik dari North Carolina, mengatakan bahwa kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia tersebut mungkin melanggar hukum dan akan membahayakan nyawa warga Amerika.

Di jalanan Kyiv, sejumlah warga mengungkapkan kemarahan atas pernyataan Trump yang menyarankan agar Ukraina mencari pemimpin baru yang bersedia membuat kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Tidak ada seorang pun yang berhak mendikte apa yang harus kami lakukan, apalagi mengingat pemilihan umum tidak dapat diselenggarakan di masa perang," ujar Sabina, seorang guru sekolah dasar berusia 40 tahun. 

"Menurut pandangan saya, ini adalah bentuk pengkhianatan oleh mitra-mitra kami," katanya saat menanggapi pernyataan Trump tersebut.

Pejabat Ukraina melaporkan adanya serangan baru dari Rusia pada hari Minggu, yang menewaskan tiga orang di luar sebuah toko bahan makanan di Kharkiv dan tiga orang lainnya di kota Ivano-Frankivsk di wilayah barat.

Moldova, yang terletak di perbatasan barat Ukraina, melaporkan adanya penyusupan baru oleh apa yang disebut para pejabat sebagai pesawat nirawak (drone) Rusia, yang mendarat hanya sekitar 35 km (22 mil) dari ibu kota Chisinau.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×