Tudingan Keras Korea Utara: Sekjen PBB Boneka AS!

Selasa, 22 November 2022 | 04:42 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Tudingan Keras Korea Utara: Sekjen PBB Boneka AS!

ILUSTRASI. Menteri luar negeri Korea Utara menyebut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai boneka Amerika Serikat. REUTERS/Willy Kurniawan


KONTAN.CO.ID - SEOUL. Menteri luar negeri Korea Utara menyebut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebagai "boneka Amerika Serikat". Tudingan tersebut dia ungkapkan ketika Sekjen PBB bergabung dengan kelompok negara yang dipimpin AS yang mengecam tindakan Korea Utara atas uji coba rudal balistik antarbenua baru-baru ini.

Mengutip ABC News, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sebelumnya mengeluarkan pernyataan yang mengutuk keras peluncuran ICBM Korea Utara pada hari Jumat dan mengulangi seruannya pada Korea Utara untuk segera menghentikan tindakan provokatif lebih lanjut. 

Pernyataan Guterres muncul setelah Amerika Serikat dan negara-negara lain mengeluarkan kritik serupa terhadap uji ICBM Korut yang menunjukkan potensi untuk menyerang wilayah mana saja di benua AS.

“Saya sering menganggap sekretaris jenderal PBB sebagai anggota Gedung Putih AS atau Departemen Luar Negerinya,” kata Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son Hui dalam pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah. 

Dia menambahkan, “Saya mengungkapkan penyesalan saya yang kuat atas fakta bahwa sekretaris jenderal PBB telah mengambil sikap yang sangat tercela, tidak menyadari tujuan dan prinsip Piagam PBB dan misinya yang tepat yaitu menjaga ketidakberpihakan, objektivitas, dan kesetaraan dalam segala hal.”

Baca Juga: Inikah Pemimpin Korea Utara Selanjutnya Pengganti Kim Jong Un?

Choe menuduh Guterres menyetujui AS dan sekutunya yang membawa uji ICBM Korea Utara ke Dewan Keamanan PBB, dengan mengatakan bahwa hal tersebut jelas membuktikan bahwa dia adalah boneka AS.

Dewan Keamanan PBB menjadwalkan pertemuan darurat pada Senin pagi terkait peluncuran ICBM Korea Utara atas permintaan Jepang. 

Tetapi tidak jelas apakah itu dapat menjatuhkan sanksi ekonomi baru pada Korea Utara karena China dan Rusia, dua anggota dewan pemegang hak veto, telah menentang langkah AS sebelumnya dan sekutunya untuk memperketat sanksi terhadap Korea Utara atas uji coba rudal balistiknya yang dilarang pada awal tahun ini.

Pada hari Minggu, para diplomat top dari negara-negara industri demokrasi utama dunia mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan langkah tegas oleh Dewan Keamanan PBB sebagai reaksi atas peluncuran rudal Korea Utara. 

Baca Juga: Rudal Jarak Jauh Korea Utara Mendarat di Dekat Jepang

“Tindakan (Korea Utara) menuntut tanggapan yang bersatu dan kuat dari komunitas internasional, termasuk perlunya tindakan signifikan lebih lanjut yang akan diambil oleh Dewan Keamanan PBB,” demikian pernyataan bersama menteri luar negeri dari negara-negara Kelompok Tujuh, yakni Kanada, Prancis , Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru