kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Tujuh hal yang perlu Anda ketahui tentang virus corona baru


Kamis, 23 Januari 2020 / 08:30 WIB
Tujuh hal yang perlu Anda ketahui tentang virus corona baru
ILUSTRASI. Petugas Kesehatan Karantina Bandara Soekarno Hatta melakukan pemeriksaan acak suhu badan penumpang yang baru mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (22/1/2020). Pemeriksaan acak dilakukan untuk mewaspadai adanya penumpang y

Sumber: Al Jazeera | Editor: Komarul Hidayat

3. Seberapa mematikan?

Beberapa ahli mengatakan itu mungkin tidak mematikan seperti beberapa jenis virus corona lainnya seperti SARS, yang menewaskan hampir 800 orang di seluruh dunia selama wabah tahun 2002-2003 yang juga berasal dari China.

4. Di mana kasus telah dilaporkan?

Sebagian besar di Cina. Pejabat China mengatakan setidaknya 17 orang telah tewas, semuanya di Provinsi Hubei, yang mana Wuhan adalah ibu kotanya. Di situlah juga kebanyakan kasus yang dilaporkan setidaknya 444 kasus.

Baca Juga: Terus bertambah, korban meninggal akibat virus corona jadi 17 orang

Di luar Cina, Amerika Serikat melaporkan satu kasus, Thailand telah melaporkan empat kasus dan Korea Selatan satu. Jepang juga telah mengonfirmasi satu kasus.

Semua kasus tersebut melibatkan orang-orang yang datang atau baru-baru ini berada di Wuhan.

5. Apa yang sedang dilakukan untuk menghentikan penyebarannya?

Tidak ada vaksin untuk virus baru. Kamis (23/1), otoritas China menangguhkan penerbangan dan kereta api keluar dari Wuhan, dan mengatakan warga tidak boleh pergi tanpa alasan khusus.

Langkah itu, yang efektif pada pukul 10:00 waktu China dimaksudkan untuk "secara tegas mengandung momentum penyebaran epidemi" dan melindungi kehidupan, demikian dilaporkan CCTV, televisi pemerintah China.

Pemerintah Cina telah meningkatkan upaya pemantauan dan desinfeksi menjelang jeda Tahun Baru Imlek yang secara resmi dimulai pada 24 Januari, ketika ratusan juta dari 1,4 miliar penduduk negara itu akan melakukan perjalanan di dalam negeri dan luar negeri.

China juga menyarankan orang untuk tidak melakukan perjalanan ke Wuhan dan juga meminta penduduk Wuhan untuk tetap di kota.

Baca Juga: Cegah korona masuk, ini langkah Angkasa Pura II dan Kantor Kesehatan Pelabuhan




TERBARU

Close [X]
×