kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Tumbuh 3,4%, Ekonomi AS Kuartal III 2026 Melaju Lebih Cepat dari Perkiraan


Kamis, 29 Oktober 2026 / 20:37 WIB
Tumbuh 3,4%, Ekonomi AS Kuartal III 2026 Melaju Lebih Cepat dari Perkiraan
ILUSTRASI. Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal III 2026 didorong belanja konsumen yang tangguh serta investasi AI.  (REUTERS/Nathan Howard)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih cepat dari perkiraan pada kuartal III 2026. Ekonomi AS didorong oleh belanja konsumen yang tangguh serta investasi bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI).

Faktor-faktor ini mampu mengimbangi dampak kenaikan harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dengan laju tahunan sebesar 3,4% pada kuartal III 2026, menurut estimasi awal PDB kuartal ketiga yang dirilis Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan, Kamis (29/10/2026).

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan pertumbuhan PDB AS sebesar 3,2%. Estimasi dari berbagai pihak berkisar antara 1,0% hingga 4,2%.

Kuatnya pertumbuhan ekonomi AS ini sangat kontras dengan penilaian negatif rumah tangga terhadap kondisi ekonomi, yang tercermin dari rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Donald Trump serta merosotnya sentimen konsumen.

Laporan data PDB AS ini diterbitkan kurang dari seminggu sebelum pemilihan umum paruh waktu pada Selasa pekan depan, yang akan menentukan pihak mana yang menguasai Kongres AS.

Baca Juga: Pasar Saham dan Obligasi Eropa Menguat, Investor Cermati Kebijakan ECB dan Belanja AI

Ekonomi AS saat ini tumbuh dengan laju yang jauh melampaui tingkat pertumbuhan non-inflasioner—yang menurut beberapa pejabat Federal Reserve berada di kisaran 2%. Pada hari Rabu, bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4,00%. The Fed juga mengakui inflasi AS masih tinggi.

Para ekonom memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember mendatang. Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengatakan kepada wartawan, aktivitas ekonomi tumbuh dengan laju yang kuat, meskipun ketidakpastian masih ada, sebagian akibat perkembangan geopolitik, namun belanja domestik tetap tangguh.

Mengingat semakin dominannya pengeluaran yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI), beberapa ekonom berpendapat bahwa pertumbuhan PDB yang kuat ini mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

Para investor semakin menyoroti meningkatnya biaya proyek-proyek kecerdasan buatan (AI) jangka panjang yang imbal hasilnya belum pasti. Selama setahun terakhir, perusahaan-perusahaan teknologi telah meminjam dana dalam jumlah besar untuk membiayai pengembangan AI—sebuah faktor yang berpotensi menjadi risiko penurunan bagi belanja peralatan.

Meski demikian, para ekonom memang telah memperkirakan bahwa pilar pendukung ini akan melemah, dengan kemungkinan terjadinya pengurangan belanja.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Kevin Warsh Tegaskan Tak Terpengaruh Trump

Belanja konsumen, yang mencakup lebih dari dua pertiga perekonomian, tumbuh sebesar 3,8% pada kuartal Juli–September, menyamai tingkat pertumbuhan pada kuartal kedua. Rendahnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) dan tingkat perekrutan yang moderat turut menopang belanja konsumen, meskipun kenaikan upah terkadang tertinggal di belakang laju inflasi.

Di sisi lain, rumah tangga kini lebih sedikit menabung dan mulai menggunakan dana cadangan mereka untuk membiayai pengeluaran. Dengan harga rata-rata bensin yang masih berada di atas US$  4 per galon di tengah berlanjutnya konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran, para ekonom mengantisipasi terjadinya perlambatan dalam belanja konsumen.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×