Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - LONDON. Pasar obligasi pemerintah dan saham Eropa menguat pada Kamis ketika para pelaku pasar menunggu langkah berikutnya dari Bank Sentral Eropa (ECB), serta laporan keuangan Amazon dan Intel. Hal ini terjadi setelah saham Alphabet menjadi saham terbaru yang terpukul oleh kekhawatiran mengenai belanja kecerdasan buatan (AI).
Indeks STOXX 600 Eropa naik 0,5%, meskipun kontrak berjangka Nasdaq turun 1% dan perdagangan di Asia berlangsung bergejolak. Pengeluaran kas Alphabet yang besar diperkirakan akan menghapus hampir US$400 miliar dari nilai saham perusahaan tersebut pada perdagangan berikutnya.
Sementara itu, euro dan imbal hasil obligasi pemerintah zona euro bergerak turun. Harga minyak dan gas alam juga melemah menjelang keputusan ECB di Frankfurt yang secara luas diperkirakan akan menandai jeda dalam siklus kenaikan suku bunga.
Baca Juga: Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde Mundur
Berita terbaru juga menyebutkan bahwa Presiden ECB Christine Lagarde telah mengonfirmasi keputusannya untuk mundur lebih awal setelah berbulan-bulan menjadi bahan spekulasi. Ia akan meninggalkan jabatannya pada Februari.
Pada Rabu, obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury juga menguat setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan pandangan yang lebih optimistis mengenai prospek inflasi, menyusul keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga.
George Moran, ahli strategi makro Eropa di RBC, mengatakan banknya memperkirakan ECB akan mempertahankan suku bunga di level 2,50%, sebelum melakukan satu kenaikan terakhir menjadi 2,75% pada Desember. Namun, pasar uang memperhitungkan kemungkinan hingga tiga kali kenaikan tambahan.
“Pelebaran selisih imbal hasil obligasi pemerintah, terutama untuk Prancis, memberikan ruang bagi ECB untuk menghindari pengetatan kebijakan yang lebih agresif,” kata Moran, meskipun harga energi baru-baru ini melonjak.
Indikator utama kekhawatiran terhadap Prancis, yakni selisih imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dan obligasi pemerintah Jerman berperingkat AAA, berada di level 153,50 basis poin pada Kamis. Angka tersebut sebelumnya mencapai hampir 178 basis poin pekan lalu, level tertinggi dalam hampir 15 tahun.
Kepergian Lagarde dari ECB pada Februari juga berarti Presiden Prancis Emmanuel Macron dan para pemimpin Uni Eropa lainnya dapat mengisi salah satu posisi ekonomi paling berpengaruh di kawasan tersebut sebelum pemilihan presiden Prancis pada musim semi.
Jajak pendapat menunjukkan kandidat sayap kanan jauh, Marine Le Pen, diperkirakan memenangkan pemilihan tersebut.
Baca Juga: Christine Lagarde Mundur dari Jabatan Presiden ECB, Pengganti Dipilih Sebelum Pemilu
“Hal ini, menurut perkiraan saya, didorong oleh pemilihan umum Prancis,” kata Carl Hammer, kepala alokasi aset di SEB Investment Management. “Jelas, politik memainkan peran yang semakin penting bagi bank sentral.”
Pada perdagangan semalam, indeks saham Asia-Pasifik di luar Jepang milik MSCI turun hampir 0,5%. Sementara itu, indeks Nikkei Jepang ditutup naik lebih dari 1% setelah kembali mengalami pergerakan yang bergejolak.
Ujian yang lebih besar bagi kawasan tersebut datang dari laporan keuangan perusahaan. Samsung melaporkan rekor hasil keuangan lainnya berkat permintaan yang kuat terhadap cip memorinya. Namun, perusahaan itu tidak memberikan penjelasan mengenai rencana peningkatan pengembalian kepada pemegang saham, sehingga sahamnya turun 4%.
Kondisi tersebut membebani indeks KOSPI Korea Selatan, yang turun 1,2% setelah melonjak hampir 7% sehari sebelumnya.
Saham SK Hynix, perusahaan lain yang menjadi favorit investor di sektor AI, tetap melonjak. Rencana perusahaan untuk mengembalikan sekitar US$ 75 miliar kepada pemegang saham tahun ini membuat kenaikan sahamnya selama dua hari melampaui 15%.
Kontrak berjangka Nasdaq menunjukkan bahwa pasar saham AS diperkirakan melemah pada perdagangan berikutnya.
Saham Alphabet turun 10,5% dalam perdagangan sebelum pembukaan pasar setelah perusahaan melaporkan hasil yang mengecewakan pada bisnis mesin pencari utamanya. Perusahaan juga mengalami percepatan besar dalam pengeluaran kas karena mengalokasikan sumber daya untuk mengembangkan AI.
Fokus pada belanja AI juga akan berlanjut pada Kamis, ketika Intel dan Amazon dijadwalkan merilis laporan keuangan setelah pasar saham AS ditutup.
Hammer dari SEB mengatakan meningkatnya biaya pengembangan AI membuat prospek alokasi aset “jelas menjadi lebih menantang” setelah pasar saham mengalami tren kenaikan selama bertahun-tahun.
Baca Juga: Flavio Bolsonaro Klaim Pemimpin Sah Brasil, Tuduh Lula Lakukan Kudeta Pemilu
“Kami saat ini masih mempertahankan pandangan konstruktif terhadap saham, tetapi situasinya semakin rumit. Sebagian besar risiko dalam portofolio didorong oleh siklus infrastruktur AI,” katanya
Data ekonomi makro juga akan terus dirilis. Data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS, yang menjadi indikator inflasi pilihan The Fed, serta data produk domestik bruto (PDB) AS untuk kuartal III, dijadwalkan dirilis pada hari yang sama.
Perkiraan pasar berpusat pada kenaikan bulanan sebesar 0,3% untuk indikator inti inflasi PCE, meningkat dari kenaikan 0,2% pada bulan sebelumnya.
Pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember sebesar 80%, meskipun Warsh menyampaikan komentar yang lebih dovish pada Rabu. Komentar tersebut mendorong kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi lebih curam.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun turun sekitar 5 basis poin semalam dan terakhir berada di level 4,68%.
Dolar bergerak stabil terhadap mata uang utama lainnya setelah melemah 0,2% pada Rabu menyusul keputusan The Fed.
Menjelang keputusan ECB, euro berada di sekitar US$ 1,1145. Mata uang tersebut telah turun hampir 2% terhadap dolar sepanjang bulan ini dan 2,5% terhadap pound sterling.
Data juga menunjukkan bahwa investor telah membangun posisi jual bersih euro terbesar dalam satu dekade. Nilai posisi tersebut saat ini hampir mencapai US$ 19 miliar.
Di pasar komoditas, kontrak berjangka minyak Brent turun 1% menjadi US$114 per barel setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance telah mengirim surat kepada Kepala Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei dalam upaya menghidupkan kembali perundingan perdamaian.
Para mediator Qatar juga telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang, menurut seorang pejabat yang mengetahui proses perundingan tersebut kepada Reuters.
Namun, seorang pejabat senior Iran menolak gagasan yang disampaikan karena dinilai tidak dapat diterima dan tidak memenuhi syarat sebagai sebuah tawaran.
Baca Juga: Presiden Jerman Peringatkan China soal Ketergantungan Ekonomi Negara Lain














