Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.430
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Twitter hapus 10.000 akun yang memprovokasi untuk golput pemilu di Amerika Serikat

Minggu, 04 November 2018 / 12:10 WIB

Twitter hapus 10.000 akun yang memprovokasi untuk golput pemilu di Amerika Serikat
ILUSTRASI. Media Sosial

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Perusahaan sosial media Twitter Inc telah menghapus lebih dari 10.000 akun secara otomatis, dimana akun tersebut telah memprovokasi agar warga negara Amerika Serikat untuk golput atau tidak melakukan pemilihan umum (pemilu) AS. Penghapusan ini terjadi pada akhir September dan awal Oktober 2018.

“Kami menindak akun dan aktivitas yang relevan di Twitter,” kata Juru Bicara Twitter dalam pesan email, seperti yang dilansir, Reuters, Sabtu (3/11).


Tiga sumber yang akrab dengan Partai Demokrat menyebutkan, Twitter menghapus lebih dari 10.000 akun. Jumlah itu masih rendah, dibandingkan penghapusan Twitter sebelumnya yang mencapai jutaan akun yang menyebarkan informasi salah atau hoax terkait pemilihan presiden AS di 2016.

Penghapusan ini dinilai sebagai kemenangan awal bagi upaya pantang menyerah dari Komite Kampanye Kongres Partai Demokrat (DCCC), sebuah partai politik yang mendukung kandidat partai maju sebagai anggota DPR AS.

DCCC meluncurkan program tersebut tahun ini, sebagai respon atas ketidakmampuan partai menanggapi jutaan akun di Twitter dan platform media sosial lain yang menyebarkan berita bohong dan negarif terhada Hillary Clinton saat Pilpres 2016 dan kandidat parta Demokrat lain.

Sejauh ini kampanye melalui pemberitaan hoaks belum terlalu ramai, meski mendekati pemilihan legislatif dalam waktu dekat, yaitu 6 November 2018. Partai Demokrat berharap pembersihan akun tersebut bisa membantu mereka bereaksi cepat jika terdapat banjir pesan serupa dalam beberapa hari mendatang.

Dua sumber Reuters lainnya, mengatakan terdapat kicauan dari simpatisan Partai Demokrat yang mengajak orang lain golput, yang tujuannya menghilangkan suara dari kaum perempuan AS.

Mengantisipasi hal itu, SLCC telah mengembangkan sistem sendiri yang bisa mengindentifikasi dan melaporkan akun-akun jahat secara otomatis di media sosial. Sistem ini dibuat menggunakan perangkat dan disediakan untuk publik, alat ini dikenal sebagai Hoaxley dan Batometer yang dikembangkan oleh peneliti komputer di Universitas Indiana.

Perangkat tersebut memungkinan penggunanya untuk mengidentifikasikan akun secara otomatis atau bot, dan bisa menganalisasi bagaimana mereka menyebarkan informasi terkait topik-topik tertentu.

“Kami membuat Hoaxley dan Batometer secara gratis bagai siapa yang inin menggunakannya, karena orang-orang berhak tahu apakah itu bot apa tidak,” kata Profesor Informatika dan Ilmu Komputer Universitas Indiana Flippo Menzer.


Reporter: Ferrika Sari
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0718 || diagnostic_web = 0.3670

Close [X]
×