kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ubah haluan ke properti dan asuransi (3)


Jumat, 17 Juni 2016 / 14:58 WIB
Ubah haluan ke properti dan asuransi (3)


Reporter: Dina Farisah | Editor: Tri Adi

Kerja keras dan ulet menjadi karakter yang menolong Richard Li membangun kerajaan bisnisnya. Menyandang status anak miliarder, Richard muda pernah bekerja paruh waktu di restoran McDonalds dan caddy di lapangan golf. Di saat bisnis telekomunikasi merosot, Richard percaya diri untuk berubah haluan ke bisnis properti. Richard mengakuisisi perusahaan properti Dong Fang. Bisnis Richard kian gemuk setelah mendapatkan bisnis asuransi dari sang ayah.

Jiwa ulet dan pekerja keras taipan Li Ka-Shing menurun ke sang anak, Richard Li. Hal ini tak lepas dari tempaan keras sang ayah yang mendidik untuk menghargai uang sejak usia kecil.

Sebelum namanya terpampang di jajaran miliarder dunia, Richard harus melewati masa kecil dengan kerja keras. Meski sang ayah tercatat sebagai orang terkaya di daratan Asia, pada usia 13 tahun Richard pernah bekerja paruh waktu di McDonalds.

Dia juga pernah melakoni pekerjaan sebagai caddy di lapangan golf. Mental pekerja keras inilah yang membuatnya bertahan saat jatuh bangun merintis usaha.

Setelah menggeluti bisnis telekomunikasi selama bertahun-tahun, Richard sadar betul bahwa kinerja perusahaan miliknya, PCCW mulai memasuki tren landai. Tapi bukan Richard Li namanya jika kehabisan akal.

Richard segera memutar arah bisnisnya dan mulai menjajal bisnis properti. PCCW yang semula dikenal sebagai raksasa telekomunikasi, perlahan-lahan berubah rupa menjadi pengembang properti mewah di kawasan Asia Pasifik.

Tahap awal mengubah haluan bisnis, PCCW menempatkan saham di perusahaan baru. Ide pengalihan bisnis properti ini datang dari investor yang menyarankan manajemen memecah sebagian aset telekomunikasi menjadi properti.

Saran tersebut dipertimbangkan masak-masak oleh manajemen di tengah saham PCCW yang terus merosot. Akhirnya, manajemen sepakat banting setir mengembangkan aset properti.

Pada tahun 2004, PCCW mengakuisisi saham mayoritas di Dong Fang Gas Co melalui skema backdoor listing. Transaksi ini setara dengan konversi saham senilai HK$ 6,56 miliar atau sekitar US$ 842 juta.

Dengan tuntasnya aksi korporasi ini, PCCW menjadi pemegang kendali mayoritas perusahaan. PCCW berhak atas pengembangan proyek di Cyberport yang meliputi pembangunan kompleks perumahan dan perkantoran di Beijing dan Hong Kong.

PCCW memiliki 93% saham Dong Fang. Setelah backdoor listing tuntas, perusahaan harus melepas 25% sesuai aturan bursa.

Selanjutnya, Richard mengganti nama Dong Fang menjadi Pacific Century Premium Debelopments Limited (PCPD). PCPD berada di bawah kendali langsung Richard. Richard menunjuk Robert Lee untuk menduduki jabatan Chief Executive.

Insting bisnis pria berusia 49 tahun ini terbukti jitu. Berbekal tim properti andal, PCPD meraih sukses di proyek perdananya. PCPD mampu menjual Bel-Air, sebuah perumahan mewah di Cyberport.

Gurita bisnis Richard semakin luas setelah ayahnya, Li Ka-Shing mewarisi perusahaan asuransi FWD di bawah kendali perusahaannya, Pacific Century Group. CEO FWD Group Huynh Thanh Phong mengatakan, pihaknya akan mulai menggarap pasar asuransi di Hong Kong lewat jaringan bisnis Pacific Century.

Mengutip Finance Asia, FWD berambisi menguasai pasar asuransi di seluruh Asia Tenggara. Di bawah kendali Richard, FWD getol menggelar akuisisi di Vietnam, Singapura dan Malaysia.

Richard percaya diri FWD bakal menjadi bisnis andalannya di masa depan. Alasannya, peluang besar di kawasan Asia Tenggara yang ditopang oleh kebangkitan penduduk kelas menengah.

Di segmen ini, perlindungan atas gaya hidup melalui asuransi menjadi kebutuhan. Selain asuransi, Richard juga memiliki perusahaan investasi PineBridge Investment yang menggarap pasar global. Berbagai bisnis ini menjadi sumber kekayaannya yang mencapai US$ 4,7 miliar per Juni 2016.             

(Bersambung)




TERBARU

[X]
×