kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

UBS Revisi Proyeksi, The Fed Berpotensi Naikkan Bunga


Senin, 07 September 2026 / 16:42 WIB
UBS Revisi Proyeksi, The Fed Berpotensi Naikkan Bunga
ILUSTRASI. Ketua The Fed Kevin Warsh (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - ZURICH. Ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) kembali menguat. UBS memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September dan kembali 25 basis poin pada Desember 2026.

Mengutip Reuters (7/9), perubahan proyeksi tersebut terjadi setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan. Sebelumnya, UBS memperkirakan The Fed tidak akan mengubah kebijakan suku bunga sepanjang tahun ini.

UBS Global Wealth Management menilai sejumlah perkembangan telah mengubah pandangan tersebut. Salah satunya adalah komunikasi The Fed yang dinilai lebih hawkish, terutama pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Agustus lalu.

"Komunikasi yang bernada hawkish, meningkatnya risiko inflasi akibat hambatan pasokan, serta data tenaga kerja Agustus yang cukup kuat telah mengubah perkiraan kami," tulis UBS Global Wealth Management dalam catatannya.

Data terbaru menunjukkan pemberi kerja di AS menambah 162.000 lapangan kerja pada Agustus. Angka tersebut melampaui ekspektasi pasar dan menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif tangguh. Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di level 4,1%.

Perubahan ekspektasi juga terjadi di sejumlah lembaga keuangan lainnya. Citigroup dan Macquarie turut merevisi proyeksi suku bunga The Fed setelah rilis data ketenagakerjaan tersebut.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sinyal yang lebih berhati-hati. Ia menyatakan akan mendukung keputusan mempertahankan suku bunga apabila data mendatang menunjukkan tekanan inflasi terus mereda.

Pasar keuangan kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed 15-16 September mencapai sekitar 58%. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas tersebut meningkat dari sekitar 52% pada Kamis (3/9).

Perubahan ekspektasi tersebut menunjukkan pasar mulai kembali memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat, seiring kombinasi antara ketahanan pasar tenaga kerja dan risiko inflasi yang masih menjadi perhatian The Fed.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×