Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - UEFA disebut tengah bekerja secara diam-diam untuk mencari satu kandidat yang akan didukung guna menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027.
Menurut laporan GiveMeSport, strategi UEFA dilakukan secara tertutup hingga mendekati batas waktu pendaftaran kandidat pada 18 November 2026.
Langkah tersebut disebut bertujuan memberikan waktu sesingkat mungkin bagi Infantino untuk mempersiapkan strategi menghadapi penantangnya.
Baca Juga: FIFA Janji Guyur Dana Rp448 Miliar ke Anggota, Strategi Infantino Cari Dukungan?
UEFA Ingin Satu Kandidat Lawan Infantino
UEFA sebelumnya telah menunjukkan ketidakpuasannya terhadap kepemimpinan Infantino.
Sikap tersebut kembali terlihat setelah pertemuan FIFA Council pekan ini, ketika perwakilan federasi sepak bola Inggris dan Jerman secara terbuka mengkritik presiden FIFA tersebut.
Ketua FA Inggris, Debbie Hewitt, mempertanyakan kemampuan Infantino untuk terus memimpin FIFA apabila sejumlah persoalan yang diajukan tidak mendapatkan jawaban.
“Kami tidak mendapatkan jawaban atas apa pun yang secara spesifik kami minta. Menurut saya, orang tersebut [Infantino] harus menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Jika dia tidak menjawabnya, dia tidak layak menjadi presiden FIFA," katanya.
Sementara itu, Ketua DFB Jerman Bernd Neuendorf memberikan kritik yang lebih keras. Ia menilai FIFA membutuhkan perubahan menyeluruh dalam administrasi dan tata kelolanya.
"Saya cukup jelas dalam hal ini bahwa hal tersebut tidak mungkin dilakukan dengan Gianni sebagai orang yang bertanggung jawab di FIFA. Jadi, menurut saya, kita membutuhkan perubahan total, sebuah awal politik baru dengan orang-orang yang mewakili FIFA," ungkap Neuendorf.
Kedua pernyataan tersebut sudah cukup jelas memperlihatkan adanya penolakan terhadap Infantino di antara sejumlah anggota penting UEFA.
Baca Juga: Infantino Buka Keran Dana FIFA, 211 Anggota Bisa Dapat Lebih Banyak
UEFA Disebut Bekerja Secara Rahasia
Koresponden senior GiveMeSport, Ben Jacobs, mengatakan bahwa UEFA masih mencari kandidat yang dapat menjadi penantang Infantino.
Jacobs menyebut UEFA kemungkinan akan menentukan kandidat tersebut sebelum batas waktu 18 November 2026.
Namun, prosesnya sengaja dilakukan di balik layar agar Infantino memiliki waktu sesingkat mungkin untuk merespons.
Ia juga menyebut strategi tersebut dilakukan agar UEFA dapat menyatukan dukungan di belakang satu nama.
“Perasaan yang ada adalah UEFA, dalam upaya untuk bersatu di belakang satu kandidat, ingin bekerja sedikit di bawah radar, atau secara rahasia, hingga batas waktu tersebut untuk memberikan waktu sesedikit mungkin kepada Gianni Infantino untuk mempersiapkan diri," kata Jacobs.
Dengan waktu pendaftaran yang semakin dekat, UEFA harus segera menentukan sosok yang dianggap memiliki peluang paling besar untuk menantang Infantino.
Baca Juga: Pemilihan Presiden FIFA 2027: Gianni Infantino Kembali Mencalonkan Diri
Wenger dan Figo Masuk Bursa
Untuk saat ini, Ramon Vega menjadi satu-satunya kandidat yang secara terbuka maju menghadapi Infantino.
Vega juga membutuhkan dukungan dari lima federasi anggota FIFA agar pencalonannya dapat memenuhi persyaratan.
Beberapa nama lain juga disebut memiliki potensi untuk masuk dalam persaingan. Salah satunya adalah Arsene Wenger, mantan pelatih Arsenal yang kini bekerja di FIFA di bawah kepemimpinan Infantino.
Nama lain yang lebih menarik adalah Luis Figo. Mantan pemain Portugal tersebut sebelumnya pernah mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden FIFA 2015 dan dikenal sebagai salah satu tokoh yang mengkritik Infantino.
Figo juga disebut berpotensi mendapatkan dukungan besar apabila memutuskan kembali masuk ke politik sepak bola internasional.
Ia bahkan dipandang sebagai salah satu calon potensial untuk menjadi Presiden UEFA setelah Aleksander Ceferin.
Baca Juga: Gianni Infantino Usulkan Perubahan Tata Kelola FIFA, Ini Rencananya














