Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) Patrice Motsepe menilai masa depan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA seharusnya ditentukan melalui pemilihan yang melibatkan seluruh 211 asosiasi anggota FIFA pada Maret 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Infantino menghadapi tekanan setelah tiga konfederasi, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, secara terbuka mengkritik kepemimpinannya dan menyerukan agar dirinya mundur. Kritik itu muncul setelah upaya Infantino membawa investasi swasta ke dalam kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, batal dilakukan.
Infantino sendiri masih berupaya mempertahankan posisinya dalam pemilihan presiden FIFA yang akan digelar tahun depan.
Motsepe mengatakan keputusan mengenai keberlanjutan kepemimpinan Infantino semestinya diserahkan kepada seluruh anggota FIFA dalam Kongres FIFA ke-77 yang dijadwalkan berlangsung di Rabat, Maroko, pada 18 Maret 2027.
"Pemilihan akan berlangsung tahun depan. Kita harus membiarkan proses tersebut berjalan dan membiarkan 211 anggota menentukan," kata Motsepe kepada Sky News, Rabu (12/8/2026).
"Jika ada kandidat yang ingin mencalonkan diri melawannya, ajukan nama mereka. Itu adalah hal yang benar untuk dilakukan," lanjutnya.
Baca Juga: Meta Hapus Lebih dari 750.000 Akun Remaja di Australia Terkait Larangan Usia
Motsepe menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerja sama di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi sepak bola dunia.
"Saya ingin fokus pada persatuan dan kerja sama. Bagaimana kita terus mengembangkan dan menumbuhkan sepak bola di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi? Kita harus menghadapi tantangan tersebut, menyelesaikannya, dan kemudian melangkah maju," ujarnya.
Motsepe Tekankan Proses dan Tata Kelola FIFA
Motsepe mengakui bahwa para pemimpin organisasi harus terbuka terhadap pengawasan. Namun, menurut dia, FIFA telah memiliki mekanisme dan prosedur untuk menangani berbagai keluhan terhadap kepemimpinan organisasi.
"Jika saya, sebagai seorang presiden, bertindak dengan cara yang tidak mencerminkan proses yang semestinya atau tata kelola yang baik, saya harus menjalani pemeriksaan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut," kata Motsepe.
Ia juga meminta pihak-pihak yang memiliki persoalan dengan Infantino untuk mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan FIFA.
"Jika ada yang memiliki masalah dengan siapa pun, baik itu Gianni maupun orang lain, ikuti proses FIFA. Dan jika Anda ingin menggantikannya, ikuti pemilihan. Sesederhana itu," katanya.
Menurut Motsepe, pemungutan suara dari 211 asosiasi anggota FIFA akan menjadi penentu utama apakah Infantino masih memperoleh kepercayaan untuk memimpin organisasi sepak bola dunia tersebut.
Baca Juga: Pengajuan KPR Australia Anjlok 12%, ANZ Cetak Laba A$1,9 Miliar
"Biarkan 211 asosiasi anggota yang menentukan. Suara mereka akan menunjukkan apakah mereka masih memiliki kepercayaan kepadanya atau tidak. Setiap orang berhak mendapatkan penilaian yang adil dan perlakuan yang adil. Setiap orang harus didengar. Proses yang semestinya, tata kelola, dan legalitas adalah hal yang tidak dapat dinegosiasikan," tegasnya.
CAF Masih Mendukung Gianni Infantino
Di tengah tekanan terhadap Infantino, Motsepe memastikan bahwa Presiden FIFA tersebut masih mendapatkan dukungan dari CAF.
"Dia telah menunjukkan kesetiaan kepada sepak bola Afrika. Dia mendapat dukungan dari Afrika," ujar Motsepe.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persaingan dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang berpotensi menjadi salah satu agenda penting dalam Kongres FIFA 2027.
Dengan 211 asosiasi anggota memiliki hak suara, hasil pemilihan nantinya akan menentukan apakah Infantino dapat melanjutkan kepemimpinannya atau harus menyerahkan posisi tersebut kepada kandidat lain.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
