kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.889   7,00   0,04%
  • IDX 6.298   -75,51   -1,18%
  • KOMPAS100 823   -12,20   -1,46%
  • LQ45 626   -7,82   -1,23%
  • ISSI 218   -2,30   -1,04%
  • IDX30 350   -4,32   -1,22%
  • IDXHIDIV20 426   -3,58   -0,83%
  • IDX80 94   -1,33   -1,40%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,68%
  • IDXQ30 111   -1,04   -0,93%

Meta Hapus Lebih dari 750.000 Akun Remaja di Australia Terkait Larangan Usia


Kamis, 13 Agustus 2026 / 11:22 WIB
Meta Hapus Lebih dari 750.000 Akun Remaja di Australia Terkait Larangan Usia
ILUSTRASI. Meta Platforms menghapus lebih dari 750.000 akun yang diduga milik pengguna Australia berusia di bawah 16 tahun  (KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Meta Platforms, perusahaan induk Facebook dan Instagram, menghapus lebih dari 750.000 akun yang diduga milik pengguna Australia berusia di bawah 16 tahun sejak penerapan larangan penggunaan media sosial bagi kelompok usia tersebut.

Mengutip Reuters, Kamis (13/8/2026), Meta menyatakan telah menonaktifkan sekitar 462.000 akun Instagram dan 294.000 akun Facebook yang diduga dimiliki pengguna di bawah 16 tahun. Data tersebut mencakup periode sejak sebelum larangan media sosial bagi remaja diberlakukan pada Desember hingga Juni.

Jumlah akun yang ditindak Meta meningkat signifikan dibandingkan data yang diumumkan perusahaan pada Januari. Saat itu, Meta menyebut telah menghapus sekitar 331.000 akun Instagram dan 173.000 akun Facebook yang diduga digunakan oleh anak di bawah usia 16 tahun.

Meta mengatakan akan terus meningkatkan upaya untuk mematuhi aturan tersebut. Pernyataan ini disampaikan ketika regulator internet Australia tengah mempertimbangkan langkah penegakan hukum terhadap sejumlah platform media sosial, termasuk layanan milik Meta, yang dinilai belum mengambil langkah memadai untuk memenuhi ketentuan.

"Penegakan aturan masih berlangsung, dan angka-angka ini akan terus bertambah," kata Meta dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Pengajuan KPR Australia Anjlok 12%, ANZ Cetak Laba A$1,9 Miliar

"Kami memiliki tujuan yang sama dengan Pemerintah Australia untuk memastikan kaum muda mendapatkan pengalaman yang aman dan sesuai usia di internet, dan kami telah memenuhi kewajiban kami berdasarkan undang-undang," lanjut perusahaan tersebut.

Australia Perketat Larangan Media Sosial untuk Remaja

Australia menjadi negara pertama yang memberlakukan pembatasan penggunaan akun media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. Aturan tersebut mulai berlaku pada 10 Desember dan dilatarbelakangi kekhawatiran pemerintah mengenai dampak media sosial terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak serta remaja.

Namun, tingkat kepatuhan terhadap aturan tersebut masih menjadi sorotan. Pemerintah Australia dan sejumlah studi independen menunjukkan bahwa lebih dari delapan dari setiap 10 anak di bawah usia 16 tahun masih menggunakan media sosial dalam tiga bulan pertama setelah larangan diberlakukan.

Meta menjadi salah satu perusahaan teknologi besar yang secara terbuka menentang aturan tersebut. Meski demikian, perusahaan menyatakan akan memenuhi kewajiban yang ditetapkan pemerintah Australia.

Australia juga menilai sejumlah platform berpotensi tidak menjalankan kewajiban secara memadai. Pemerintah kemudian mengusulkan peningkatan sanksi bagi perusahaan yang tidak mematuhi aturan.

Baca Juga: Daftar Negara Konsumen Batubara Terbesar di Dunia, Indonesia Masuk 5 Besar

Undang-undang baru yang diusulkan akan menggandakan batas maksimum denda atas ketidakpatuhan menjadi 99 juta dolar Australia atau sekitar US$69,75 juta. Aturan tersebut juga akan memberikan kewenangan lebih besar kepada regulator untuk memperoleh dokumen yang diperlukan dalam proses penegakan hukum.

Meta Gunakan AI untuk Deteksi Pengguna di Bawah Umur

Untuk mengidentifikasi akun yang diduga digunakan oleh anak di bawah usia 16 tahun, Meta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Perusahaan mengatakan sistem AI digunakan untuk menganalisis profil pengguna dan mencari "petunjuk kontekstual bahwa sebuah akun mungkin milik seseorang yang berusia di bawah 16 tahun, seperti perayaan ulang tahun atau penyebutan tingkat kelas di sekolah".

Selain menganalisis profil, Meta juga menggunakan laporan mengenai akun yang diduga digunakan oleh pengguna di bawah umur sebagai bagian dari proses identifikasi.

Perusahaan menyatakan telah menghapus opsi bagi seseorang untuk kembali mencoba membuat akun apabila akun sebelumnya telah dihapus karena diduga melanggar ketentuan usia.

Sebelumnya, uji coba teknologi verifikasi usia yang dilakukan Australia pada 2025 menunjukkan bahwa teknologi yang tersedia di pasar dapat membantu penerapan pembatasan usia. Sejumlah platform besar, termasuk Meta, kemudian menerapkan perangkat lunak estimasi usia berbasis foto.

Namun, perusahaan teknologi tersebut menyatakan bahwa mereka umumnya terlebih dahulu menggunakan teknologi inferensi usia, yakni memperkirakan usia pengguna berdasarkan aktivitas mereka di platform.

Baca Juga: Dolar Taiwan dan Won Korea Menguat Kamis (13/8), Rupiah Melemah

Meta, TikTok dan Google Hadiri Sidang Parlemen

Perkembangan penerapan larangan akun media sosial bagi pengguna di bawah 16 tahun juga akan menjadi pembahasan dalam sidang parlemen Australia pada Jumat.

Perwakilan Meta, TikTok, Google sebagai pemilik YouTube, serta Snap sebagai pemilik Snapchat dijadwalkan memberikan keterangan dalam penyelidikan parlemen terkait perubahan aturan tersebut. Pejabat regulator dan pemerintah Australia juga akan memberikan kesaksian.

Australia menjadi perhatian sejumlah negara lain yang tengah mempertimbangkan pembatasan usia serupa. Pemerintah Australia sebelumnya menuding platform media sosial berpotensi sengaja membuat penerapan larangan tersebut gagal.

Dengan meningkatnya tekanan regulasi, Meta dan perusahaan teknologi lainnya kini menghadapi tuntutan untuk membuktikan bahwa sistem yang diterapkan benar-benar mampu membatasi akses pengguna di bawah usia 16 tahun.


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×