kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.944   28,00   0,17%
  • IDX 7.258   -103,86   -1,41%
  • KOMPAS100 1.006   -15,17   -1,49%
  • LQ45 742   -9,51   -1,27%
  • ISSI 255   -4,65   -1,79%
  • IDX30 396   -4,40   -1,10%
  • IDXHIDIV20 493   -3,89   -0,78%
  • IDX80 113   -1,57   -1,37%
  • IDXV30 133   -1,43   -1,06%
  • IDXQ30 128   -0,98   -0,76%

Meski Dilarang, Satu dari Lima Remaja Australia Masih Gunakan TikTok dan Snapchat


Jumat, 13 Maret 2026 / 09:10 WIB
Meski Dilarang, Satu dari Lima Remaja Australia Masih Gunakan TikTok dan Snapchat
ILUSTRASI. Media Sosial (REUTERS/Hollie Adams)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sekitar satu dari lima remaja Australia di bawah usia 16 tahun masih menggunakan media sosial dua bulan setelah pemerintah melarang platform untuk anak di bawah umur, menurut data industri terbaru.

Hal ini menimbulkan pertanyaan soal efektivitas metode pembatasan usia yang diterapkan platform.

Data dari pembuat perangkat lunak pengawasan orang tua, Qustodio menunjukkan bahwa jumlah remaja berusia 13–15 tahun yang menggunakan TikTok dan Snapchat, dua aplikasi media sosial paling populer di kalangan remaja Australia turun sejak larangan mulai berlaku pada Desember hingga Februari, namun masih lebih dari 20% tetap menggunakan aplikasi tersebut.

Baca Juga: Bursa Korea Selatan Tertekan Jumat (13/3), Berpotensi Catat Penurunan Mingguan Kedua

"Di antara anak-anak yang aksesnya tidak diblokir oleh orang tua, sejumlah remaja tetap menggunakan platform yang dibatasi beberapa bulan setelah larangan," kata Qustodio dalam laporannya, yang didasarkan pada data keluarga Australia dari akhir 2024 hingga Februari 2026.

Di bawah larangan ini, platform termasuk Instagram, Facebook, Threads, YouTube, TikTok, dan Snapchat diwajibkan memblokir pengguna di bawah 16 tahun atau menghadapi denda hingga A$49,5 juta (US$35 juta).

Regulator internet Australia, eSafety Commissioner, menyatakan akan memberi waktu bagi platform untuk menyesuaikan diri dan hanya akan menindak jika ada pelanggaran sistemik.

Data Qustodio menunjukkan penggunaan Snapchat oleh remaja 13–15 tahun turun 13,8 poin persentase menjadi 20,3%, sementara TikTok turun 5,7 poin persentase menjadi 21,2% antara November hingga Februari.

Baca Juga: Yuan China Menguat ke Level Tertinggi Setahun terhadap Mata Uang Mitra Dagang Utama

Penggunaan YouTube di kelompok usia ini turun satu poin persentase menjadi 36,9%, meskipun data tidak membedakan apakah pengguna login ke akun, karena larangan Australia memungkinkan akses YouTube tanpa login.

Biasanya, penggunaan media sosial remaja menurun pada Desember dan Januari akibat liburan sekolah musim panas, tetapi data tahun ini menunjukkan penurunan lebih tajam, menandakan larangan memberikan efek. Namun, beberapa penurunan mulai kembali meningkat secara perlahan, lapor Qustodio.

Kekhawatiran bahwa remaja akan beralih ke platform yang tidak diatur belum terbukti, meskipun WhatsApp mencatat sedikit peningkatan penggunaan di kelompok 13–15 tahun.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×