Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin meningkat setelah UEFA mempertimbangkan langkah hukum pidana di Swiss terkait rencana kontroversial FIFA Forward Enterprise (FFE).
UEFA disebut tengah mempersiapkan pengaduan pidana terhadap Infantino atas dugaan "criminal mismanagement" atau salah kelola yang berkaitan dengan rencana pengalihan sebagian hak komersial turnamen FIFA kepada investor swasta.
Menurut laporan sejumlah media, termasuk The Times, UEFA telah mengajukan dokumen ke pengadilan federal Amerika Serikat untuk memperoleh dokumen dan kesaksian yang nantinya dapat digunakan dalam proses hukum di Swiss.
Baca Juga: UEFA Segera Cabut Ancaman Boikot FIFA, Piala Dunia U-20 Wanita Tetap Jalan
UEFA Soroti Nilai Investasi FFE
Persoalan utama yang dipermasalahkan UEFA adalah rencana penjualan sekitar 20% kepemilikan FFE kepada investor swasta dengan nilai sekitar US$4,2 miliar.
FFE sebelumnya dirancang sebagai entitas baru yang akan menangani aspek komersial dan operasional kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri serta sejumlah turnamen lainnya.
UEFA menilai valuasi tersebut terlalu rendah. Dalam dokumen hukum yang diajukan, UEFA disebut menyebut nilai perusahaan sekitar US$20 miliar sebagai "absurdly low enterprise value".
Badan sepak bola Eropa itu juga mempertanyakan proses penentuan harga karena, menurut dokumen tersebut, transaksi tidak melalui lelang terbuka dan kompetitif serta tidak diuji oleh penilai independen.
"Berdasarkan informasi yang ada, tindakan Infantino yang dijelaskan di sini memenuhi tingkat salah kelola kriminal," tulis UEFA dalam dokumen yang dilaporkan telah disiapkan untuk proses hukum di Swiss, dikutip The Guardian.
Baca Juga: 6 Asosiasi Sepak Bola Nordik Kompak Lawan Gianni Infantino di FIFA
UEFA Ingin Buka Dokumen terkait Joshua Kushner
UEFA juga berupaya memperoleh dokumen mengenai keterlibatan Joshua Kushner, pendiri Thrive Capital, dalam rencana FFE.
Kushner disebut sebagai salah satu calon investor utama dalam skema tersebut. Ia merupakan saudara Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam pengajuan ke pengadilan AS, UEFA meminta akses terhadap berbagai dokumen dan data yang berkaitan dengan Thrive Capital, FIFA Americas, serta pihak-pihak yang terlibat dalam rencana FFE.
Dokumen tersebut nantinya dapat menjadi bagian dari upaya UEFA untuk mengumpulkan bukti sebelum menentukan langkah pidana di Swiss.
Baca Juga: Infantino vs Presiden Concacaf: Konflik Kekuasaan FIFA Makin Panas
FIFA Batalkan Rencana FFE
FIFA sebelumnya secara resmi membatalkan proyek FFE pada 1 Agustus 2026 setelah mendapat penolakan luas dari berbagai pihak.
Rencana tersebut pertama kali diumumkan pada akhir Juli. FIFA saat itu menyampaikan bahwa FFE dimaksudkan untuk meningkatkan nilai komersial kompetisi sekaligus menghasilkan dana tambahan bagi pengembangan sepak bola di seluruh dunia.
Infantino bahkan menyebut FFE sebagai sebuah kesempatan emas untuk meningkatkan investasi terhadap sepak bola, termasuk pembangunan lapangan, penguatan tim nasional, pengembangan pemain muda, serta sepak bola perempuan.
Namun, proposal tersebut justru memicu konflik besar dengan UEFA dan sejumlah konfederasi lainnya.
FIFA akhirnya mengumumkan penghentian proyek tersebut dengan alasan rencana itu telah menimbulkan perpecahan.
Baca Juga: Organisasi HAM Desak FIFA Halangi Infantino Maju untuk Periode Keempat














