Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Jepang kembali mendapat kesempatan menggelar ajang olahraga multcabang berskala besar setelah lebih dari tiga dekade.
Namun, sehari menjelang upacara pembukaan Asian Games di Nagoya, antusiasme sebagian masyarakat setempat terhadap pesta olahraga tersebut masih terbilang rendah.
Melansir Reuters, Asian Games di Aichi-Nagoya dijadwalkan resmi dibuka pada Sabtu (19/9/2026).
Baca Juga: Hyundai Peringatkan AS, Mobil China Bisa Banjiri Pasar Seperti di Eropa
Ajang ini menjadi kesempatan bagi Jepang untuk menghadirkan kembali atmosfer kompetisi olahraga dengan kehadiran penonton, setelah Olimpiade Tokyo 2020 digelar tanpa penonton akibat pembatasan pandemi Covid-19.
Namun, bagi sebagian warga Nagoya, Asian Games belum menjadi topik yang banyak diperbincangkan.
"Saya sebenarnya tidak tahu banyak soal Asian Games ini," ujar mahasiswa Hinata Koda kepada Reuters di sebuah kafe pada Jumat (18/9).
"Saya dengar ajangnya sedang berlangsung, tetapi tidak ada yang benar-benar membicarakannya," lanjutnya.
Sejumlah pertandingan, termasuk sepak bola dan basket, telah dimulai lebih awal. Ribuan atlet juga telah tiba di Nagoya untuk mengikuti kompetisi.
Promosi Asian Games terlihat di pusat kota, termasuk melalui berbagai papan iklan serta kehadiran sukarelawan dan petugas di stasiun kereta utama.
Baca Juga: Toyota Siapkan US$6,4 Miliar per Tahun untuk Otomatisasi Pabrik Mulai 2028
Namun, gaung Asian Games disebut tidak terlalu terasa di wilayah lain.
Di Tokyo, yang mulai menjadi lokasi pertandingan renang pada Minggu (20/9), promosi Asian Games juga relatif sulit ditemukan. Padahal, ajang tersebut melibatkan lebih dari 11.000 atlet dari 45 delegasi.
Petugas di pusat informasi wisata di kawasan perbelanjaan Shibuya, Tokyo, bahkan terkejut ketika mengetahui Asian Games telah dimulai dan sejumlah pertandingan digelar di ibu kota Jepang.
"Saya belum benar-benar melihat pemasaran untuk Asian Games. Mungkin jika atlet Jepang mulai meraih medali, masyarakat akan lebih memperhatikannya," ujar seorang staf.
Baca Juga: Novo Nordisk Rebranding Jadi Novo, Perkuat Strategi Bisnis dan Daya Saing
Tiga Dekade Menanti
Jepang telah menunggu lebih dari 30 tahun untuk kembali menjadi tuan rumah Asian Games. Negeri Sakura terakhir kali menggelar ajang tersebut di Hiroshima pada 1994.
Penyelenggara berharap Asian Games Aichi-Nagoya dapat menghadirkan kembali atmosfer kebersamaan melalui olahraga yang tidak dirasakan masyarakat saat Olimpiade Tokyo.
Ketika itu, pembatasan Covid-19 membuat pertandingan berlangsung tanpa penonton di stadion.
Para atlet juga berharap masyarakat hadir langsung meskipun penjualan tiket untuk sejumlah cabang olahraga masih berjalan lambat.
Wakil chef de mission Jepang sekaligus mantan juara Olimpiade cabang senam, Hisashi Mizutori, mengatakan banyak atlet Jepang membawa pengalaman bertanding di Olimpiade Tokyo.
"Ketika itu, kami tidak sepenuhnya dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat Jepang untuk merasakan atmosfer tersebut secara langsung di tanah air," ujar Mizutori.
Baca Juga: Uni Eropa Salurkan €3,3 Miliar kepada Ukraina untuk Pengadaan Rudal dan Drone
Menurut dia, salah satu aspek penting dari penyelenggaraan Asian Games di Aichi dan Nagoya adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat Jepang menyaksikan para atlet bertanding secara langsung.
Sementara itu, Yuna Hayashi, wisatawan yang datang ke Nagoya dari Prefektur Mie mengaku tidak berencana menonton pertandingan secara langsung. Namun, ia tetap akan mengikuti beberapa pertandingan melalui televisi.
"Olimpiade Tokyo digelar tanpa penonton selama Covid-19, jadi saya rasa para atlet mungkin merasa sedikit kesepian," katanya.
"Dengan penonton diperbolehkan hadir kali ini, saya berharap masyarakat dapat berkumpul dan menjadikan ini sebagai ajang yang hebat," lanjut Hayashi.














