kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Ukraina Laporkan Serangan Besar-Besaran dari Belarusia


Sabtu, 25 Juni 2022 / 19:07 WIB
ILUSTRASI. Ukraina. REUTERS/Oleksandr Ratushniak


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - KYIV. Ukraina mengatakan pihaknya berada di bawah "pemboman besar-besaran" pada Sabtu (25 Juni) dari negara tetangga Belarusia, sekutu Rusia yang tidak secara resmi terlibat dalam konflik itu, sehari setelah mengumumkan mundur dari kota strategis Severodonetsk.

Dua puluh roket menargetkan desa Desna di wilayah Chernigiv utara, komando militer utara Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa infrastruktur terkena, tetapi belum ada korban yang dilaporkan.

Belarus telah memberikan dukungan logistik ke Moskow sejak invasi 24 Februari, terutama dalam beberapa minggu pertama, dan seperti Rusia telah menjadi sasaran sanksi Barat, tetapi secara resmi tidak terlibat dalam konflik tersebut.

Baca Juga: Rudal Rusia Menghujani Ukraina pada Sabtu, Menghantam Fasilitas Militer

"Serangan hari ini secara langsung terkait dengan upaya Kremlin untuk menarik Belarus sebagai pihak yang berperang bersama ke dalam perang di Ukraina," kata dinas intelijen Ukraina.

Serangan itu terjadi menjelang pertemuan yang direncanakan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Belarusia dan sekutu dekatnya Alexander Lukashenko di Saint Petersburg pada hari Sabtu.

Kementerian luar negeri Rusia pada hari Jumat mengutuk keputusan Brussel untuk memberikan status kandidat Uni Eropa resmi kepada Ukraina sebagai langkah untuk "menahan Rusia" secara geopolitik.

Baca Juga: Pasukan Ukraina Diperintahkan Mundur dari Kota Medan Utama Pertempuran

Keputusan itu "menegaskan bahwa monopoli geopolitik ruang CIS (Persemakmuran Negara-Negara Merdeka) terus aktif untuk menahan Rusia", kata juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, sekutu Barat Ukraina akan berkumpul pada hari Minggu di pertemuan puncak para pemimpin G7 di Jerman, di mana Presiden Volodymyr Zelenskyy akan berbicara.

Presiden AS Joe Biden akan menghadiri G7 dan pertemuan puncak aliansi militer NATO di Madrid minggu depan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×