kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

UN: Dunia Butuh Mata Uang Baru


Selasa, 08 September 2009 / 11:17 WIB


Sumber: Bloomberg |

VIENNA. Peran dolar AS dalam perdagangan internasional seharusnya terkurangi oleh mata uang anyar lain yang sudah mapan untuk memproteksi emerging market dari permainan kepercayaan dalam spekulasi finansial. Hal ini ditegaskan oleh United Nations yang berbasis di Geneva, dalam UN Conference on Trade and Development, Selasa (8/9).

Negara-negara yang tergabung dalam UN sebaiknya setuju untuk membikin cadangan devisa global untuk penerbitan mata uang baru dan untuk memonitor nilai tukar mata uang dari setiap negara anggotanya.

Tahun ini, China, India, Brazil dan Russia meminta penggantian dolar sebagai mata uang internasional setelah krisis mencuat dari pasar properti AS. China sebagai negara yang menggenggam cadangan dalam mata uang dolar terbesar di dunia, menegaskan bahwa supranational currency seperti special drawing rights IMF kemungkinan akan mampu menstabilkan dolar.

"Ada peluang yang lebih baik untuk mencapai pola kestabilan nilai tukar mata uang dalam framework persetujuan multilateral untuk pengelolaan nilai tukar mata uang," tegas Heiner Flassbeck, UNCTAD director, dalam wawancaranya di Geneva. Menurutnya, sebuah inisiatif yang setara dengan Bretton Woods atau European Monetary System sangatlah dibutuhkan.

Asal tahu saja, persetujuan Bretton Woods pada tahun 1944 menciptakan sistem perekonomian global yang modern serta membangun institusi seperti IMF dan World Bank.




TERBARU

[X]
×