kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Usai ditutup lebih dari dua bulan, Masjid Al-Aqsa kembali dibuka


Minggu, 31 Mei 2020 / 13:57 WIB
Usai ditutup lebih dari dua bulan, Masjid Al-Aqsa kembali dibuka
ILUSTRASI. Masjid Al-Aqsa. Usai ditutup dua bulan lebih, Masjid Al-Aqsa kembali dibuka. REUTERS/Ammar Awad TPX IMAGES OF THE DAY

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - YERUSALEM. Kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem dibuka kembali untuk para jamaah dan pengunjung Muslim pada hari Minggu setelah penutupan selama dua setengah bulan akibat wabah virus corona.

Tetapi pihak berwenang memberlakukan beberapa tindakan pencegahan ketika pejabat kesehatan memperingatkan adanya kenaikan infeksi lokal.

Baca Juga: Trump anggap anggota G7 jadoel, akan undang Rusia, Korsel, dan India

Dilansir dari Reuters, dimulainya kembali sholat di situs paling suci ketiga umat Islam ini mengakhiri periode suram bagi umat Muslim di Yerusalem, yang tahun ini menandai bulan Ramadan dan Idul Fitri tanpa kunjungan harian.

“Setelah mereka membuka masjid, saya merasa bisa bernafas lagi. Alhamdulillah,” kata warga Yerusalem Umm Hisham.

Dewan Wakaf Islam mengutip melambatnya penyebaran lokal dari COVID-19 dalam mengangkat pembatasan masuk dan membuka kembali masjid yang ditutup pada 15 Maret itu.

Namun dewan memberlakukan beberapa langkah untuk mengurangi risiko penularan, karena kasus baru di Israel meningkat dalam beberapa hari terakhir. Jamaah harus mengenakan masker dan membawa sajadah pribadi jika mereka ingin bersembahyang baik di dalam masjid ataupun di halaman luar kompleks.

Baca Juga: Hubungan AS-China diramal makin panas soal isu Hong Kong

Sekitar 700 jamaah hadir untuk sholat subuh. Kemudian di pagi hari, sekelompok Yahudi Ortodoks, ditemani oleh polisi Israel, memasuki kompleks melalui pintu masuk pengunjung yang berdekatan dengan Tembok Barat Yudaisme.

Di sisi lain ada 17.000 kasus virus corona dan 284 kematian di Israel. Sementara ada 386 kasus dan tiga kematian di Tepi Barat.



TERBARU

[X]
×