Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Seorang utusan senior Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mengusulkan agar Italia menggantikan Iran dalam ajang Piala Dunia FIFA mendatang. Laporan ini pertama kali diungkap oleh Financial Times pada Rabu.
Usulan tersebut disebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki hubungan antara Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, yang sempat merenggang di tengah kritik Trump terhadap Paus Leo XIV terkait perang Iran.
Utusan khusus AS, Paolo Zampolli, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menyampaikan ide tersebut kepada Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.
"Saya mengonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan (Presiden FIFA Gianni) Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya berasal dari Italia dan akan menjadi impian untuk melihat Azzurri tampil di turnamen yang diselenggarakan di AS. Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan keikutsertaan," ujar Zampolli.
Baca Juga: Indeks Nikkei Jepang Gagal Bertahan di 60.000, Aksi Ambil Untung Tekan Indeks
Respons dan Ketidakpastian Keputusan
Hingga saat ini, Gedung Putih, FIFA, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan tanggapan resmi atas usulan tersebut.
Italia sendiri sebelumnya gagal lolos ke Piala Dunia setelah kalah adu penalti 1-4 dari Bosnia dan Herzegovina dalam babak playoff kualifikasi pada Maret lalu. Ini menjadi kegagalan ketiga berturut-turut bagi tim berjuluk Azzurri untuk tampil di putaran final.
Sebaliknya, Iran telah memastikan tempat di Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun. Namun, setelah pecahnya konflik, Iran meminta agar tiga pertandingan fase grup mereka dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam kunjungannya ke kamp pelatihan tim Iran di Turki bulan lalu menegaskan bahwa seluruh pertandingan akan tetap berlangsung sesuai jadwal, sembari menawarkan dukungan persiapan bagi tim tersebut.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyatakan bahwa tim nasional tetap fokus pada persiapan turnamen. "Kami sedang mempersiapkan dan mengatur segala kebutuhan untuk Piala Dunia, namun kami tetap mematuhi keputusan pihak berwenang," ujarnya.
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Baru atas Keamanan Selat Malaka
Mekanisme Penggantian Peserta
Keputusan terkait negara pengganti jika Iran mundur sepenuhnya berada di tangan FIFA. Berdasarkan regulasi Piala Dunia, FIFA memiliki kewenangan untuk menunjuk negara mana pun sebagai pengganti.
Dalam konteks ini, AFC kemungkinan akan mendorong agar slot tersebut tetap diberikan kepada negara Asia. Uni Emirat Arab disebut sebagai kandidat potensial, meskipun rekam jejaknya di Piala Dunia masih terbatas dibandingkan Italia.
Jadwal Turnamen
Piala Dunia mendatang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan pertandingan pembuka dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni. Iran direncanakan memulai laga mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles beberapa hari setelahnya.
Dengan situasi geopolitik yang memanas, usulan penggantian Iran oleh Italia berpotensi memicu perdebatan luas, baik dari sisi olahraga maupun politik internasional.













