kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45827,22   1,41   0.17%
  • EMAS1.040.000 1,17%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Vas dari China ini dibeli di bawah Rp 1 juta, kini terjual Rp 436 miliar


Rabu, 15 Juli 2020 / 06:50 WIB
Vas dari China ini dibeli di bawah Rp 1 juta, kini terjual Rp 436 miliar
ILUSTRASI. Vas peninggalan Dinasti Qing di China laku terjual US$ 30 juta dalam lelang di balai lelang Sotheby's Hong Kong.

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Hong Kong. Keuntungan investasi barang antik sangat tidak terduga, bisa mencapai ribuan persen. Salah satunya, sebuah vas bunga dari China terjual seharga lebih dari US$ 30 juta atau setara Rp 436 miliar dalam lelang yang yang diselenggarakan balai lelang multinasional, Sotheby's, Padahal, awalnya pembelian vas tersebut hanya sebesar 80 dollar Australia atau setara Rp 810.000.

Menurut Sotheby's, menjelaskan vas tersebut sebagai artefak langka abad ke-18. Vas tersebut dinyatakan hilang selama berpuluh-puluh tahun hingga akhirnya ditemukan di rumah seorang wanita lanjut usia (lansia) di kawasan Eropa Tengah.


Baca juga: Jual senjata AS terbaru ke Taiwan, China jatuhkan sanksi ke Lockheed Martin 

Seorang juru lelang mengatakan desain vas tersebut tidaklah biasa. Vas tersebut dibuat khusus untuk Kaisar Qianlong yang memerintah Dinasti Qing selama 60 tahun. "Adalah keajaiban bahwa vas yang luar biasa rapuh ini bertahan selama 50 tahun di rumah yang dikelilingi oleh hewan peliharaan yang banyak," kata Ketua Sotheby's Asia, Nicolas Chow, dalam pers rilis sebelum pelelangan dimulai.

Pelelangan vas tersebut dilakukan di Sotheby's Hong Kong. Desain vas tersebut sangat khas dan hanya diproduksi di bawah bimbingan pengawas pembakaran kerajaan, Tang Ying, pada 1742 dan 1743.

Sotheby's menjelaskan bahwa vas berbentuk buah pir tersebut adalah contoh gaya porselen yang dikenal sebagai "yangcai," atau "warna asing" sebagaimana dilansir dari 9 News, Selasa (14/7/2020). Dinamakan warna asing karena para pengrajin memasukkan pewarnaan gaya barat dan enamel ke dalam kerajinan mereka.

Vas tersebut ditemukan oleh konsultan seni yang berbasis di Amsterdam, Johan Bosch van Rosenthal. Mereka menemukan vas tersebut di rumah pemiliknya yang berusia 80-an tahun. Namun pihak Sotheby's tidak merinci alamat mantan pemilik vas tersebut.

Vas itu diperiksa oleh para ahli Sotheby's yang mencocokkannya dengan barang di arsip rumah tangga kekaisaran Cina. Sebelumnya, vas tersebut disimpan di sebuah istana di Kota Terlarang Beijing. Barang tersebut pernah dipuji oleh kaisar karena desainnya.

Catatan Sotheby's juga menunjukkan bahwa vas itu telah melewati rumah lelang di London pada tahun 1954, dijual seharga hanya 80 dollar Australia pada saat itu. Objek itu lantas dinamai sebagai Harry Garner Reticulated Vase. Nama kolektor yang memilikinya sebelum lelang 1954 disematkan pada nama vas tersebut.

Vas tersebut merupakan salah satu barang langka dari China yang ditemukan kembali. Beberapa dekade terakhir, artefak dari China menjadi buruan dalam pasar lelang.

Baca juga: Uni Emirat Arab akan cetak sejarah ke planet Mars, ini jadwalnya 

Pada 2010, vas masa pemerintahan Kaisar Qianlong terjual seharga 62 juta dollar AS atau Rp 902 miliar. Vas tersebut ditemukan di sebuah ruma di London, Inggris. Pada 2018, vas dari abad ke-18 ditemukan di loteng rumah keluarga di Perancis. Vas tersebut berhasil dijual seharga 27 juta dollar AS atau Rp 393 miliar.

(Danur Lambang Pristiandaru)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dulunya Dibeli Rp 810.000, Vas Ini Laku Rp 436 Miliar", 



TERBARU

[X]
×