kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Waduh gawat, kematian akibat virus corona di Italia melonjak hampir 800 dalam sehari


Minggu, 22 Maret 2020 / 06:36 WIB
Waduh gawat, kematian akibat virus corona di Italia melonjak hampir 800 dalam sehari
ILUSTRASI. Petugas memakamkan korban virus corona di Italia.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - ROMA. Italia mencatat lonjakan kematian akibat virus corona hampir 800 orang pada Sabtu (21/3), menjadikan jumlah korban di negara itu menjadi yang terbanyak di dunia, yakni hampir 5.000 orang.

Mengutip Reuters, Minggu (22/3), Italia pada Kamis (19/3) menyalip China sebagai negara yang paling parah terkena dampak virus corona.

Kematian di Italia melonjak 793 orang menjadi 4.825 dan menjadikan kenaikan harian terbesar sejak penularan virus corona muncul sebulan lalu.

Baca Juga: Italia menutup bisnis non strategis hingga 3 April, supermarket dan bank tetap buka

"Apa yang kita semua pahami adalah bahwa tidak ada negara yang dapat menghadapi ancaman ini sendirian. Virus ini tidak memiliki batas dan Uni Eropa lebih kuat ketika kami menunjukkan solidaritas penuh," kata Ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen kepada surat kabar Corriere della Sera Italia seperti dikutip Reuters.

Badan Perlindungan Sipil menyebut, jumlah infeksi yang dilaporkan di Italia naik menjadi 53.578 dari 47.021. Ada 2.857 orang dalam perawatan intensif, naik dari 2.655.

Pada Jumat malam, Komisi Uni Eropa bergerak untuk meresmikan kesepakatan yang dicapai oleh para menteri keuangan Uni Eropa pada 5 Maret untuk menangguhkan aturan anggaran Uni Eropa yang membatasi pinjaman, menjadikan Italia sebagai negara yang paling terpukul akibat virus corona.

Kegagalan Italia untuk mengurangi utangnya yang sangat besar yakni 134% dari produk domestik bruto biasanya akan mendapat teguran dari eksekutif Uni Eropa, tetapi von der Leyen mengatakan saat ini ada prioritas lain.

"Pemerintah Italia akan dapat menyuntikkan sebanyak mungkin uang ke dalam perekonomian sesuai kebutuhan. Aturan anggaran normal, aturan utang misalnya, tidak akan diterapkan pada tahap ini," katanya.



TERBARU

[X]
×