kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Washington DC keos! Trump ancam akan kerahkan militer untuk hentikan kerusuhan


Selasa, 02 Juni 2020 / 09:29 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Jonathan Ernst


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Aksi demonstrasi brutal anti-polisi, yang telah berubah menjadi kekerasan setiap malam selama minggu lalu, meletus atas kematian George Floyd, seorang warga Amerika keturunan Afrika berusia 46 tahun yang meninggal di tahanan polisi Minneapolis setelah dijepit di selama hampir 9 menit oleh seorang petugas kepolisian kulit putih.

Otopsi kedua yang diperintahkan oleh keluarga Floyd dan dirilis pada hari Senin menemukan bahwa kematiannya adalah pembunuhan akibat "sesak napas mekanik," yang berarti bahwa kekuatan fisik mengganggu pasokan oksigennya. Laporan itu mengatakan, tiga petugas kepolisian berkontribusi pada kematian Floyd.

Baca Juga: Kasus kematian George Floyd karena pembunuhan, ini hasil otopsi independen

Hasil pemeriksaan medis wilayah Hennepin kemudian juga merilis rincian temuan otopsi yang juga mengatakan kematian Floyd adalah pembunuhan yang disebabkan oleh sesak napas. Laporan county menambahkan bahwa Floyd menderita kardiopulmoner ketika ditahan oleh polisi dan bahwa ia menderita penyakit jantung arteriosklerotik dan hipertensi, keracunan fentanil dan penggunaan metamfetamin baru-baru ini.

Derek Chauvin, perwira polisi Minneapolis berusia 44 tahun yang berlutut di Floyd, ditangkap atas tuduhan pembunuhan tingkat tiga dan pembunuhan berencana tingkat dua.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×