kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Pria di Arizona meninggal pasca konsumsi cairan chloroquine


Selasa, 24 Maret 2020 / 14:54 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi korban meninggal dunia.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Virus corona baru, yang menyebabkan penyakit pernapasan COVID-19 yang sangat menular, muncul pada bulan Desember di Wuhan, China dan telah menyebar ke seluruh dunia.

Saat ini belum ada vaksin atau perawatan yang disetujui untuk penyakit ini. Akan tetapi para peneliti sedang mempelajari perawatan yang ada dan terus melakukan eksperimental. Saat ini, sebagian besar pasien hanya dapat menerima perawatan suportif.

Baca Juga: Diyakini ampuh, harga obat corona di toko online langsung melejit

"Mengingat ketidakpastian seputar COVID-19, kami memahami bahwa orang berusaha menemukan cara baru untuk mencegah atau mengobati virus ini, tetapi mengobati sendiri bukanlah cara untuk melakukannya," kata Dr. Daniel Brooks, direktur medis pusat Banner.

Brooks mendesak komunitas medis untuk tidak meresepkan obat chloroquine kepada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit.

"Hal terakhir yang kami inginkan saat ini adalah membanjiri unit gawat darurat kami dengan pasien yang percaya mereka menemukan solusi yang masih buram dan berisiko serta berpotensi membahayakan kesehatan mereka," paparnya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×