kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Waymo, Taksi Robot Milik Induk Google, Cari Pendanaan Baru Hingga US$ 16 Miliar


Minggu, 01 Februari 2026 / 12:43 WIB
Waymo, Taksi Robot Milik Induk Google, Cari Pendanaan Baru Hingga US$ 16 Miliar
ILUSTRASI. Waymo berencana mencari pendanaan dengan target sekitar US$ 16 miliar (REUTERS/PARESH DAVE)


Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Waymo, produsen mobil kemudi otomatis produksi Alphabet Inc., berencana mencari pendanaan dengan target sekitar US$ 16 miliar, sekitar Rp 268,38 triliun. Bila putaran pendanaan ini terlaksana, valuasi perusahaan ini akan mencapai hampir US$ 110 miliar, sekitar Rp 1.845,09 triliun.

Bloomberg melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui rencana ini, Alphabet akan menyediakan dana sekitar US$ 13 miliar, sekitar Rp 210,06 triliun, untuk perusahaan taksi robot tersebut. Sementara sisanya akan berasal dari pihak lain.

Investor baru yang akan masuk di antaranya Sequoia Capital, DST Global, dan Dragoneer Investment Group. Menurut sumber, Waymo kemungkinan akan menutup putaran pendanaan pada bulan Februari ini.

Baca Juga: KKR Gandeng Singtel Akuisisi ST Telemedia, Valuasi Mencapai S$ 13 Miliar

Putaran investasi sebelumnya, yang digelar pada Oktober 2024, membuat valuasi perusahaan ini melesat ke atas US$ 45 miliar. Putaran pendanaan kala itu dipimpin oleh Alphabet, yang juga memiliki Google.

“Meskipun kami tidak berkomentar tentang masalah keuangan pribadi, arah kami jelas. Dengan lebih dari 20 juta perjalanan yang telah diselesaikan, kami fokus pada keunggulan operasional yang dipimpin oleh keselamatan dan kepemimpinan teknologi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan besar akan mobilitas otonom,” kata Waymo dalam sebuah pernyataan, diberitakan Bloomberg, Minggu (1/2/2026).

Google tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Dragoneer, Sequoia, dan DST tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Baca Juga: Daftar Hari Besar 31 Desember: Perayaan Tahun Baru hingga Universal Hour of Peace

Waymo mengoperasikan layanan transportasi daring otonom sepenuhnya, tanpa pengawas keselamatan manusia, dan mengenakan tarif untuk penumpang di setengah lusin kota di Amerika Serikat (AS).

Kota tempat Waymo beroperasi antara lain di wilayah Teluk San Francisco, Los Angeles, dan perjalanan melalui aplikasi Uber Technologies Inc. di Austin dan Atlanta.

Perusahaan rintisan ini berencana untuk secara agresif memperluas layanan komersial tahun ini ke lebih banyak kota di AS, serta melakukan ekspansi ke Inggris.

Baca Juga: Bank Milik Danantara Tetap Cari Dana Non DPK

Ada banyak perusahaan yang mengejar bisnis transportasi daring dengan menggunakan armada mobil yang dikemudikan robot alias mobil otonom. Tesla Inc. berencana mengoperasikan layanan tersebut  secara terbatas, tanpa pengawas keselamatan, di Austin.

Zoox milik Amazon.com Inc. juga memiliki robotaxi yang dirancang khusus tanpa kendali pengemudi dan beroperasi di Las Vegas Strip. Zoom juga sedang diuji di kota-kota lain di dekat San Francisco.

Selanjutnya: Harga Minyak Dunia Menguat, Ancaman Trump ke Iran Jadi Pemicu

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun




TERBARU

[X]
×