Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Waymo, produsen mobil kemudi otomatis produksi Alphabet Inc., berencana mencari pendanaan dengan target sekitar US$ 16 miliar, sekitar Rp 268,38 triliun. Bila putaran pendanaan ini terlaksana, valuasi perusahaan ini akan mencapai hampir US$ 110 miliar, sekitar Rp 1.845,09 triliun.
Bloomberg melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui rencana ini, Alphabet akan menyediakan dana sekitar US$ 13 miliar, sekitar Rp 210,06 triliun, untuk perusahaan taksi robot tersebut. Sementara sisanya akan berasal dari pihak lain.
Investor baru yang akan masuk di antaranya Sequoia Capital, DST Global, dan Dragoneer Investment Group. Menurut sumber, Waymo kemungkinan akan menutup putaran pendanaan pada bulan Februari ini.
Baca Juga: KKR Gandeng Singtel Akuisisi ST Telemedia, Valuasi Mencapai S$ 13 Miliar
Putaran investasi sebelumnya, yang digelar pada Oktober 2024, membuat valuasi perusahaan ini melesat ke atas US$ 45 miliar. Putaran pendanaan kala itu dipimpin oleh Alphabet, yang juga memiliki Google.
“Meskipun kami tidak berkomentar tentang masalah keuangan pribadi, arah kami jelas. Dengan lebih dari 20 juta perjalanan yang telah diselesaikan, kami fokus pada keunggulan operasional yang dipimpin oleh keselamatan dan kepemimpinan teknologi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan besar akan mobilitas otonom,” kata Waymo dalam sebuah pernyataan, diberitakan Bloomberg, Minggu (1/2/2026).
Google tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. Dragoneer, Sequoia, dan DST tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Baca Juga: Daftar Hari Besar 31 Desember: Perayaan Tahun Baru hingga Universal Hour of Peace
Waymo mengoperasikan layanan transportasi daring otonom sepenuhnya, tanpa pengawas keselamatan manusia, dan mengenakan tarif untuk penumpang di setengah lusin kota di Amerika Serikat (AS).
Kota tempat Waymo beroperasi antara lain di wilayah Teluk San Francisco, Los Angeles, dan perjalanan melalui aplikasi Uber Technologies Inc. di Austin dan Atlanta.
Perusahaan rintisan ini berencana untuk secara agresif memperluas layanan komersial tahun ini ke lebih banyak kota di AS, serta melakukan ekspansi ke Inggris.
Baca Juga: Bank Milik Danantara Tetap Cari Dana Non DPK
Ada banyak perusahaan yang mengejar bisnis transportasi daring dengan menggunakan armada mobil yang dikemudikan robot alias mobil otonom. Tesla Inc. berencana mengoperasikan layanan tersebut secara terbatas, tanpa pengawas keselamatan, di Austin.
Zoox milik Amazon.com Inc. juga memiliki robotaxi yang dirancang khusus tanpa kendali pengemudi dan beroperasi di Las Vegas Strip. Zoom juga sedang diuji di kota-kota lain di dekat San Francisco.













