kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Wells Fargo memindahkan sebagian bisnis ke India


Senin, 25 Juni 2012 / 12:19 WIB
ILUSTRASI. Proses instalasi kelistrikan smelter feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) bakal rampung bulan Juli nanti.


Reporter: Dyah Megasari, Hindu Business Line |

MUMBAI. Salah satu bank terbesar di Amerika Serikat (AS) Well Fargo, memutuskan akan memindahkan sebagian divisi bisnisnya ke India. Di tengah kampanye Presiden AS, Barack Obama mengenai anti outsourcing, bank terbesar urutan keempat di AS itu berencana melakukan efisiensi.

"Kami ingin meningkatkan efisiensi dan mengejar strategi investasi dengan cara menggeser sumber daya secara jangka panjang," terang Bridget Braxton, juru bicara Well Fargo, Minggu (24/6).

Namun, bank belum memutuskan berapa besar yang akan pindah ke India. Belum pastinya jumlah perpindahan tersebut, lantaran bank yang sahamnya juga dimiliki miliarder dunia, Warren Buffett itu masih meneliti pasar mana yang paling menarik secara ekonomis. Selain India, wilayah yang dibidik adalah Filipina.

Yang pasti, divisi yang akan bedol desa meliputi dana pensiun, teknologi dan lainnya.

Saat ini, bank yang berdiri pada 18 Maret 1852 di New York itu telah mempekerjakan 3.000 karyawan di Hyderabad dan Bangalore. Sedangkan di Filipina sebanyak 240 pekerja.

"Waktu dan jumlah posisi belum bisa diumumkan, tapi mayoritas tenaga kerja kami tetap tinggal di Amerika," ucap Braxton.

Pemberi pinjaman ini mengklaim menjadi perusahaan swasta urutan 12 terbesar di tanah Paman Sam. Wells Fargo mempekerjakan 1 orang dari tiap 500 penduduk AS.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×